10 Fakta Ilmiah dalam Al Qur’an, Bumi dan Langit Awalnya Menjadi Satu
Kamis, 01 Februari 2024 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
"Tidakkah mereka memperhatikan bumi, di mana Kami menciptakan tumbuhan berpasangan." (26:7)
Al Qur'an juga menyebut peran dan faktor penting angin. "Kami mengirimkan angin sebagai sarana penyerbukan dan pembuahan, lalu turunkan hujan dari langit." (15:22). Dalam ayat ini, Al Quran mengungkapkan misteri besar lain dari penciptaan, peran mendasar yang dimainkan oleh angin dalam pembuahan tanaman.
Baca Juga: Lewat Pesawat Ruang Angkasa Chang'e-5 , China Ingin Ungkap Misteri Bulan
Matahari adalah bintang yang menghasilkan panas dan cahaya sendiri. Adapun bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri, hanya memantulkan cahaya yang diterima dari matahari. Al Qur'an menyaksikan fakta tersebut: "Maha Suci Tuhan yang menempatkan bintang-bintang di langit dan menempatkan di dalamnya sebuah lampu (SIRAJ) dan bulan yang memberikan cahaya (MUNIIRA)." (25:61)
Di sini bulan didefinisikan sebagai benda yang memberikan pantulan cahaya (Muniira), sedangkan matahari dibandingkan dengan lampu atau obor yang berkobar (Siraj).
Sudah menjadi pemahaman umum tentang ketidaknyamanan yang dirasakan pada ketinggian, yang meningkat seiring dengan kenaikan. Hal ini jauh-jauh hari telah diungkapkan dalam Al Qur'an:
"Orang yang dikehendaki Allah untuk memberi petunjuk, Dia membuka dadanya untuk Islam. Sedangkan orang yang dikehendaki-Nya sesat, Dia membuat dadanya tertutup dan sesak, seolah-olah dia harus mendaki ke langit." (6:125)
Siapa yang memberi tahu Nabi bahwa dengan mendaki ke langit (ketinggian), tekanan meningkat dan bernapas menjadi sulit?
Baca Juga: Selaras dengan Al Quran, Ilmuwan Temukan Daya Ingat Lebah yang Ajaib
Tentang lebah , Al Qur'an berkata: "Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Tetapkanlah tempat tinggalmu di gunung-gunung, pohon-pohon, dan apa yang dibangun oleh manusia. Makanlah dari semua buah dan ikuti jalan Tuhanmu dengan rendah hati. Dari dalam tubuh mereka keluar cairan berbagai warna yang di dalamnya terdapat obat bagi manusia." (16:68-69)
Al Qur'an menyebutkan bahwa lebah pekerja yang mencari makan adalah betina. Kata kerja yang digunakan dalam bahasa Arab merujuk pada lebah betina. Ini sangat menakjubkan. Sejak lama, hingga baru-baru ini, orang mengira bahwa lebah tentara adalah jantan.
Deskripsi Al Qur'an tentang tahapan-tahapan tertentu dalam perkembangan embrio sesuai dengan pengetahuan modern. Setelah 'sesuatu yang melekat', Al Qur'an memberi tahu kita bahwa embrio melewati tahap 'daging yang dikunyah', kemudian jaringan muncul dan dilapisi oleh daging:
"Kami membentuk yang melekat menjadi sebongkah daging yang dikunyah, dan Kami membentuk daging yang dikunyah menjadi tulang, dan Kami melapisi tulang itu dengan daging yang utuh." (23:14)
Hanya pada abad ke-19 menusia memiliki pandangan yang agak lebih jelas tentang pertanyaan ini. Semua konsep ilmiah modern yang disebutkan di atas dan banyak konsep ilmiah lainnya ditemukan dengan mudah dalam Al Qur'an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu.
6. Peran Angin
Al Qur'an juga menyebut peran dan faktor penting angin. "Kami mengirimkan angin sebagai sarana penyerbukan dan pembuahan, lalu turunkan hujan dari langit." (15:22). Dalam ayat ini, Al Quran mengungkapkan misteri besar lain dari penciptaan, peran mendasar yang dimainkan oleh angin dalam pembuahan tanaman.
Baca Juga: Lewat Pesawat Ruang Angkasa Chang'e-5 , China Ingin Ungkap Misteri Bulan
7. Cahaya Bulan hanya pantulan
Matahari adalah bintang yang menghasilkan panas dan cahaya sendiri. Adapun bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri, hanya memantulkan cahaya yang diterima dari matahari. Al Qur'an menyaksikan fakta tersebut: "Maha Suci Tuhan yang menempatkan bintang-bintang di langit dan menempatkan di dalamnya sebuah lampu (SIRAJ) dan bulan yang memberikan cahaya (MUNIIRA)." (25:61)
Di sini bulan didefinisikan sebagai benda yang memberikan pantulan cahaya (Muniira), sedangkan matahari dibandingkan dengan lampu atau obor yang berkobar (Siraj).
8. Tekanan di ketinggian
Sudah menjadi pemahaman umum tentang ketidaknyamanan yang dirasakan pada ketinggian, yang meningkat seiring dengan kenaikan. Hal ini jauh-jauh hari telah diungkapkan dalam Al Qur'an:
"Orang yang dikehendaki Allah untuk memberi petunjuk, Dia membuka dadanya untuk Islam. Sedangkan orang yang dikehendaki-Nya sesat, Dia membuat dadanya tertutup dan sesak, seolah-olah dia harus mendaki ke langit." (6:125)
Siapa yang memberi tahu Nabi bahwa dengan mendaki ke langit (ketinggian), tekanan meningkat dan bernapas menjadi sulit?
Baca Juga: Selaras dengan Al Quran, Ilmuwan Temukan Daya Ingat Lebah yang Ajaib
9. Lebah
Tentang lebah , Al Qur'an berkata: "Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Tetapkanlah tempat tinggalmu di gunung-gunung, pohon-pohon, dan apa yang dibangun oleh manusia. Makanlah dari semua buah dan ikuti jalan Tuhanmu dengan rendah hati. Dari dalam tubuh mereka keluar cairan berbagai warna yang di dalamnya terdapat obat bagi manusia." (16:68-69)
Al Qur'an menyebutkan bahwa lebah pekerja yang mencari makan adalah betina. Kata kerja yang digunakan dalam bahasa Arab merujuk pada lebah betina. Ini sangat menakjubkan. Sejak lama, hingga baru-baru ini, orang mengira bahwa lebah tentara adalah jantan.
10. Perkembangan Embrio
Deskripsi Al Qur'an tentang tahapan-tahapan tertentu dalam perkembangan embrio sesuai dengan pengetahuan modern. Setelah 'sesuatu yang melekat', Al Qur'an memberi tahu kita bahwa embrio melewati tahap 'daging yang dikunyah', kemudian jaringan muncul dan dilapisi oleh daging:
"Kami membentuk yang melekat menjadi sebongkah daging yang dikunyah, dan Kami membentuk daging yang dikunyah menjadi tulang, dan Kami melapisi tulang itu dengan daging yang utuh." (23:14)
Hanya pada abad ke-19 menusia memiliki pandangan yang agak lebih jelas tentang pertanyaan ini. Semua konsep ilmiah modern yang disebutkan di atas dan banyak konsep ilmiah lainnya ditemukan dengan mudah dalam Al Qur'an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu.
(msf)
Lihat Juga :