Temuan Baru, 5 Anak yang Lahir Tuli Sembuh dengan Satu Suntikan
Senin, 29 Januari 2024 - 07:52 WIB
loading...
Terobosan baru dalam ilmu pengetahuan berhasil mengobati lima anak yang lahir tuli. (Foto: Harvard Medical School)
A
A
A
JAKARTA - Terobosan baru dalam ilmu pengetahuan berhasil mengobati lima anak yang lahir tuli . Setelah menerima suntikan ke telinga, anak-anak tersebut sembuh dan langsung dapat mendengar. Para peneliti di balik pendekatan terapi gen baru ini yakin metode ini akan berguna untuk pengobatan lain juga.
Dilansir dari Indian Express, Senin (29/1/2024), riset ini dilakukan di Fudan, China, tetapi timnya dipimpin bersama oleh peneliti Harvard Medical School di Massachusetts Eye and Ear.
Mereka mengobati enam anak berusia antara satu hingga tujuh tahun yang menderita jenis ketulian turunan. Hal ini disebabkan oleh mutasi gen OTOF, yang memproduksi protein yang memainkan peran penting mentransmisikan sinyal dari telinga ke otak.
Selama uji coba selama 26 minggu, lima dari enam anak menunjukkan tanda-tanda peningkatan pendengaran. Kemampuan pendengaran adalah faktor penting dalam pembelajaran bahasa. Untuk studi ini, para peneliti juga mengukur persepsi bicara, yaitu kemampuan mengenali suara. Kelima anak yang merespons menunjukkan peningkatan di sana. "Ini benar-benar membuka pintu untuk mengembangkan pengobatan lain untuk berbagai jenis ketulian genetik," kata salah satu peneliti utama, Zheng-Yi Chen.
Baca Juga: Kemenkes: 5.200 Bayi di Indonesia Terancam Lahir Tuli Setiap Tahun
Dilansir dari Indian Express, Senin (29/1/2024), riset ini dilakukan di Fudan, China, tetapi timnya dipimpin bersama oleh peneliti Harvard Medical School di Massachusetts Eye and Ear.
Mereka mengobati enam anak berusia antara satu hingga tujuh tahun yang menderita jenis ketulian turunan. Hal ini disebabkan oleh mutasi gen OTOF, yang memproduksi protein yang memainkan peran penting mentransmisikan sinyal dari telinga ke otak.
Selama uji coba selama 26 minggu, lima dari enam anak menunjukkan tanda-tanda peningkatan pendengaran. Kemampuan pendengaran adalah faktor penting dalam pembelajaran bahasa. Untuk studi ini, para peneliti juga mengukur persepsi bicara, yaitu kemampuan mengenali suara. Kelima anak yang merespons menunjukkan peningkatan di sana. "Ini benar-benar membuka pintu untuk mengembangkan pengobatan lain untuk berbagai jenis ketulian genetik," kata salah satu peneliti utama, Zheng-Yi Chen.
Baca Juga: Kemenkes: 5.200 Bayi di Indonesia Terancam Lahir Tuli Setiap Tahun
Lihat Juga :