Ilmuwan Klaim Temukan Keong Pengguna Sampah Plastik sebagai Cangkang
Minggu, 28 Januari 2024 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Namun, cangkang keong alami semakin sulit ditemukan karena kerusakan lingkungan. Deforestasi, pencemaran, dan perubahan iklim telah menyebabkan berkurangnya jumlah pohon dan tumbuhan yang menjadi sumber kalsium karbonat untuk cangkang keong.
Akibatnya, keong mulai menggunakan sampah plastik bekas manusia sebagai pelindung. Sampah plastik yang keras dan kuat dapat menggantikan fungsi cangkang keong alami. Sampah plastik juga lebih mudah ditemukan di lingkungan dibandingkan cangkang keong alami.
Keong yang menggunakan sampah plastik sebagai pelindung telah ditemukan di berbagai tempat di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif dari pencemaran plastik.
Berikut adalah beberapa contoh keong yang menggunakan sampah plastik sebagai pelindung:
Kelomang (hermit crab)
Keong darat (land snail)
Keong air tawar (freshwater snail)
Keong laut (sea snail)
Penggunaan sampah plastik sebagai pelindung oleh keong memiliki beberapa dampak negatif. Dampak negatif tersebut antara lain:
Akibatnya, keong mulai menggunakan sampah plastik bekas manusia sebagai pelindung. Sampah plastik yang keras dan kuat dapat menggantikan fungsi cangkang keong alami. Sampah plastik juga lebih mudah ditemukan di lingkungan dibandingkan cangkang keong alami.
Keong yang menggunakan sampah plastik sebagai pelindung telah ditemukan di berbagai tempat di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif dari pencemaran plastik.
Berikut adalah beberapa contoh keong yang menggunakan sampah plastik sebagai pelindung:
Kelomang (hermit crab)
Keong darat (land snail)
Keong air tawar (freshwater snail)
Keong laut (sea snail)
Penggunaan sampah plastik sebagai pelindung oleh keong memiliki beberapa dampak negatif. Dampak negatif tersebut antara lain:
(wbs)
Lihat Juga :