Perokok dan Berambut Lurus, Bisa Jadi Leluhurmu Neanderthal

Senin, 08 Januari 2024 - 06:26 WIB
loading...
A A A
Para peneliti juga menemukan sejumlah varian DNA Neanderthal terkait dengan depresi, efek psikiatrik, dan neurologis. “Studi menunjukkan hubungan antara DNA Neanderthal dan risiko kecanduan nikotin. Individu dengan keturunan Neanderthal mungkin memiliki sedikit peningkatan kemungkinan tergantung nikotin,” kata Unluisler.

2. Berambut tebal dan lurus


DNA Neanderthal berpengaruh pada rambut manusia modern. Orang dengan rambut tebal dan lurus mungkin memiliki DNA Neanderthal.

3. Manusia pagi


Gen-gen yang diturunkan dari manusia kuno, termasuk Neanderthal, mungkin menentukan seberapa baik manusia modern bangun pagi. Penelitian menunjukkan gen yang terkait dengan ritme sirkadian tubuh, yang mengatur kapan kita bangun dan tidur, berasal dari Neanderthal.

Peneliti di Universitas Vanderbilt menemukan 16 varian yang terkait dengan bangun pagi pada manusia modern ditemukan dalam genom Neanderthal berusia 120.000 tahun dan Neanderthal berusia 52.000 tahun. Beberapa di antaranya disebut gen jam yang terkait dengan ritme sirkadian yang mungkin telah membantu manusia kuno bangun lebih awal saat mereka bergerak ke daerah dengan variasi panjang hari yang lebih besar.

“DNA Neanderthal dapat memengaruhi ritme sirkadian dan pola tidur. Ini mungkin telah dipengaruhi oleh faktor epigenetik seperti iklim, dinamika sosial, dan paparan cahaya. Orang dengan keturunan Neanderthal mungkin mengalami variasi dalam siklus tidur mereka,” kata Unluisler.

Baca Juga: Kemampuan Bicara Manusia Purba Neanderthal Mirip Orang Modern

4. Memiliki hidung besar


Hidung 'tinggi' dari atas ke bawah dapat diwarisi dari materi genetik Neanderthal, menurut sebuah studi dari University College London. Para peneliti menggunakan sukarelawan dari seluruh Amerika Latin, dan membandingkan informasi genetik dengan foto wajah mereka.

Penelitian menemukan bahwa satu wilayah genom - ATF3 - memiliki materi genetik yang diwarisi dari Neanderthal, dan mungkin merupakan produk seleksi alam saat manusia kuno beradaptasi dengan iklim yang lebih dingin setelah meninggalkan Afrika. Para peneliti meyakini hidung yang lebih panjang mungkin telah membantu Neanderthal beradaptasi dengan udara yang lebih dingin di luar Afrika.

5. Terinfeksi Covid-19


Selama bulan-bulan awal pandemi, sebuah studi menemukan wilayah kromosom yang diwarisi dari Neanderthal membuat orang lebih rentan terhadap Covid-19. Orang dengan wilayah yang diwarisi dari Neanderthal lebih mungkin mengalami kasus Covid-19 yang parah termasuk masalah paru-paru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cari Tahu Tentang Kantong...
Cari Tahu Tentang Kantong Nikotin ZYN, Produk Alternatif Bebas Asap Tanpa Perangkat
Kenapa Kim Jong-un Tidak...
Kenapa Kim Jong-un Tidak Boleh Meninggalkan Jejak DNA, Ini Jawaban Ilmiahnya
Fosil Nenek Moyang Manusia...
Fosil Nenek Moyang Manusia Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan
Tes DNA Pakai Aplikasi...
Tes DNA Pakai Aplikasi Tanpa Harus Datang ke Ahli Medis
Ilmuwan Ungkap Bab Tersembunyi...
Ilmuwan Ungkap Bab Tersembunyi dalam Evolusi Manusia
Manusia Purba Yunxian...
Manusia Purba Yunxian Diklaim Spesies Paling Mirip dengan Kita
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
2 Perempuan Kembar Ini...
2 Perempuan Kembar Ini Lahir Berselang Beberapa Menit, tapi Memiliki Ayah yang Berbeda
Rekomendasi
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
Amerika Serikat Lolos...
Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantang Belgia Usai Tekuk Bosnia
Berita Terkini
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved