Proyek Matahari Buatan Korea Selatan Melaju Pesat

Sabtu, 06 Januari 2024 - 16:31 WIB
loading...
A A A
Divertor sangat penting untuk reaktor tokamak. Dipasang di bagian bawah bejana hampa, perangkat ini mengelola pembuangan dan kotoran, dan harus tahan terhadap beban panas permukaan tertinggi.

Baca Juga: Mengenal JT-60SA, Matahari Buatan Jepang yang Menggemparkan

Sebelumnya, tokamak KSTAR menggunakan divertor berbasis karbon, karena karbon memiliki titik lebur yang tinggi. Satu-satunya masalah adalah partikel plasma cenderung menempel pada permukaan karbon, yang membatasi berapa lama suatu reaksi dapat berlangsung. Wolfram dengan titik lebur yang tinggi yang serupa tetapi massa atom yang lebih besar menghindari masalah ini, memungkinkan KSTAR untuk membuat reaksi yang berlangsung selama menit bukan detik.

“Untuk fusi, harus melakukan tiga hal, mendapatkan cukup partikel bersama-sama, harus membuatnya cukup panas, dan perlu menahannya cukup lama agar reaksi dapat terjadi,” kata Phil Ferguson, direktur Material Plasma Exposure eXperiment (MPEX) Project di Oak Ridge National Laboratory, tahun lalu.

Proyek MPEX menguji komponen reaktor fusi, khususnya divertor, terhadap paparan plasma jangka panjang. Saat ilmu yang menggerakkan fusi matahari dapat dipahami secara paripurna, maka akan membuka sumber energi utama yang luar biasa. Proyek ini menjadi salah satu ujian rekayasa terbesar dalam sejarah manusia.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Pembuangan Limbah Nuklir...
Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Dihentikan setelah Gempa Besar di Jepang
Google Setujui Permintaan...
Google Setujui Permintaan Korsel setelah 2 Dekade Bersengketa Peta Digital
Korea Selatan Larang...
Korea Selatan Larang Pelajar Bawa HP ke Sekolah, Alasannya Menakutkan
Di Balik Layar K-Content...
Di Balik Layar K-Content Bizweek 2025: Saat Ratusan Triliun Rupiah Dipertaruhkan di Meja Lobi Jakarta
Satelit Kubus Milik...
Satelit Kubus Milik Korea Selatan Bakal Ramaikan Misi Artemis
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Rekomendasi
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved