Pertama Kali, Gigi Megalodon Ditemukan di Gunung Laut Sedalam 3.000 Meter
Jum'at, 05 Januari 2024 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
Nicolas Straube, profesor di Museum Universitas Bergen di Norwegia, menggambarkan penemuan gigi megalodon ini sebagai penemuan yang luar biasa. “Fosil ini ditemukan di wilayah laut dalam yang sangat terpencil sehingga fosil megalodon jarang terdokumentasi,” katanya.
![Pertama Kali, Gigi Megalodon Ditemukan di Gunung Laut Sedalam 3.000 Meter]()
Megalodon adalah hiu terbesar yang pernah hidup, tumbuh hingga panjang setidaknya 15 meter dan berpotensi mencapai panjang 20 meter. Predator besar ini berada di puncak rantai makanan laut sekitar 20 juta tahun lalu hingga punah sekitar 3,6 juta tahun lalu.
Gigi megalodon adalah fosil yang relatif umum ditemukan, karena setiap megalodon memiliki sekitar 276 gigi. Namun, sebagian besar fosil ini ditemukan di daratan dekat garis pantai atau sungai, bukan di laut dalam, yang jarang dieksplorasi.
Baca juga; Harta Karun Titanic Terungkap, Ditemukan Kalung Emas Gigi Hiu Megalodon
Para peneliti di kapal eksplorasi Nautilus milik Ocean Exploration Trust mengumpulkan sampel di sekitar Atol Johnston pada Juni 2022 untuk mempelajari geologi dan biologi laut dalam. Mereka mengerahkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) yang disebut Hercules untuk memfilmkan dan mengumpulkan sampel, yang kemudian dikirim ke Universitas Rhode Island untuk diproses.

Megalodon adalah hiu terbesar yang pernah hidup, tumbuh hingga panjang setidaknya 15 meter dan berpotensi mencapai panjang 20 meter. Predator besar ini berada di puncak rantai makanan laut sekitar 20 juta tahun lalu hingga punah sekitar 3,6 juta tahun lalu.
Gigi megalodon adalah fosil yang relatif umum ditemukan, karena setiap megalodon memiliki sekitar 276 gigi. Namun, sebagian besar fosil ini ditemukan di daratan dekat garis pantai atau sungai, bukan di laut dalam, yang jarang dieksplorasi.
Baca juga; Harta Karun Titanic Terungkap, Ditemukan Kalung Emas Gigi Hiu Megalodon
Para peneliti di kapal eksplorasi Nautilus milik Ocean Exploration Trust mengumpulkan sampel di sekitar Atol Johnston pada Juni 2022 untuk mempelajari geologi dan biologi laut dalam. Mereka mengerahkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) yang disebut Hercules untuk memfilmkan dan mengumpulkan sampel, yang kemudian dikirim ke Universitas Rhode Island untuk diproses.
Lihat Juga :