Serial TV Ini Ungkap Operasi Badai Al-Aqsa sebelum Kejadian, Kebetulan atau Ramalan?

Kamis, 04 Januari 2024 - 22:18 WIB
loading...
A A A
"Itu membuat sangat sulit bagi kami untuk menghasilkan gambar yang bagus. Kami syuting di jalan, di tepi laut di Kota Gaza; beberapa kru bahkan bekerja secara sukarela, tanpa bayaran."

Salah satu anggota kru mengatakan tidak ada peralatan produksi di Gaza, sehingga mereka bekerja dengan apa yang ada. “Kami tidak memiliki peralatan syuting yang baik dan kami menggunakan cahaya siang untuk syuting. Pada malam hari, cahayanya tidak cukup."

Aktor lokal Palestina, beberapa di antaranya amatir, menjadi bintang dalam pertunjukan ini. "Kemampuan finansial dan teknis kami untuk membuat drama di Gaza sangat terbatas, dan itu tercermin dalam gaji aktor dan produser, serta waktu produksi yang singkat," catat Soraya.

Dia mengatakan Hamas tidak mencari keuntungan dari serial ini dan tujuannya memang bukan untuk menghasilkan uang, melainkan untuk menyampaikan pesan kepada rakyat Palestina untuk terus berjuang.

Tentu saja, tidak ada aktor Israel yang muncul dalam pertunjukan ini. "Itu adalah tantangan terbesar: memerankan karakter Israel dan membuatnya bisa dipercaya oleh penonton," kata Soraya. Dia mengatakan para aktor bekerja keras untuk memerankan anggota Shin Bet.

Aktor Zohair Al-Belbisi, memerankan petugas Shin Bet yang bertanggung jawab mengumpulkan intelijen tentang anggota Hamas di Jalur Gaza. Untuk secara realistis memerankan agen Shin Bet, Al-Belbisi bertemu dengan sekelompok tahanan Palestina yang telah dibebaskan dari penjara Israel untuk mengetahui lebih banyak.

Antara Fiksi dan Realitas


Industri film dan TV di Jalur Gaza berkembang pesat pada tahun 1950-an, tetapi dalam 20 tahun terakhir menurun secara signifikan. Namun, sekitar dua bulan setelah mengambil kontrol atas Jalur Gaza pada 2007, Hamas mendirikan perusahaan produksi sendiri. Pertunjukan pertamanya adalah serial drama tentang Emad Akel, yang dibunuh oleh Israel pada 1993. Dia adalah salah satu pendiri sayap militer Hamas dan bertanggung jawab atas beberapa serangan di Israel.

Serial yang diproduksi oleh Hamas pada 2020 berjudul Heaven's Gate ini sangat populer. Serial ini berkisah tentang perlawanan Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem dan telah ditonton lebih dari 30 juta kali.

Sulit untuk menyimpulkan apakah Fist of the Free benar-benar meramalkan rencana serangan Hamas terhadap Israel. Namun, kagumnya Sinwar terhadap serial tersebut serta koneksi yang dibuatnya antara pertunjukan itu dan apa yang disiapkan oleh sayap militer Hamas, tampaknya meninggalkan sedikit ruang untuk keraguan.

"Kami akan menyerang basis militer dan kami akan beralih dari pertahanan ke serangan – biaya apapun," kata karakter Abu Anas kepada para pejuang dalam serial tersebut.

Dia menambahkan: "Ini adalah serangan paling kejam yang akan dialami musuh: senjata-senjata sudah siap dan kalian sudah siap. Pada hari serangan, kami akan melumpuhkan seluruh pengawasan udara musuh selama 30 menit dan mereka tidak akan dapat mendeteksi kami meresapi perbatasan. Operasi kita akan merugikan Israel dan menciptakan kesatuan di sekitar kita untuk pembebasan Palestina."

Karakter Abu Anas agak mengingatkan pada Sinwar sendiri, dan pidatonya berhasil membingungkan batas antara fiksi dan realitas. Pada akhirnya, rencana rahasia dalam serial ini menjadi ramalan yang terwujud . Bahkan dalam kenyataannya lebih serius dan mematikan, yaitu operasi Badai Al-Aqsa.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OnlyFans Ternyata Turut...
OnlyFans Ternyata Turut Mendanai Genosida di Gaza, Warga Israel Pelanggan Terbesar Pornografi
Perang Usai, Krisis...
Perang Usai, Krisis Baru Dimulai: Raksasa Teknologi Microsoft hingga Intel Hadapi Gelombang Relokasi Pegawai Israel
AS Siap Jadikan Jalur...
AS Siap Jadikan Jalur Gaza Kota Futuristik Berteknologi AI Canggih
Takut Dijadikan Senjata...
Takut Dijadikan Senjata Musuh, Israel Tembak Mati Ratusan Buaya
Israel Mencuri Lebih...
Israel Mencuri Lebih dari 17.000 Artefak di Museum Sejarah Gaza
Gen Alpha Gunakan Roblox...
Gen Alpha Gunakan Roblox untuk Gelar Demonstrasi Virtual Pro-Palestina
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Rekomendasi
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Infografis
Mohammed Deif Perancang...
Mohammed Deif Perancang Operasi Badai al Aqsa Dijuluki Bernyawa 9
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved