China Ciptakan Senjata Pembunuh Drone, Ini Kehebatannya

Selasa, 02 Januari 2024 - 09:07 WIB
loading...
China Ciptakan Senjata...
Type 625E mampu menghancurkan drone, rudal, atau mortir. (Foto: Kementerian Pertahanan China)
A A A
JAKARTA - China menciptakan senjata pembunuh drone sebagai respons atas perubahan model peperangan terbaru seperti di Ukraina. Sistem pertahanan udara anti-drone tersebut diberi nama Type 625E.

Type 625E adalah sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) yang dilengkapi dengan artileri dan peluru kendali yang dapat bergerak sendiri.

Selain untuk melawan pesawat atau helikopter, Type 625E dapat menghancurkan drone, rudal, atau granat mortir. Sistem ini memberikan perlindungan langsung terhadap formasi pasukan dan aset infrastruktur lainnya.

Dilansir dari Essanews, Selasa (2/1/2024), Type 625E merupakan hasil modifikasi dari transporter ZBL-08 dengan menggunakan sasis roda 8x8 sebagai bentuk dasar. Sistem ini dilengkapi dengan mesin yang tangguh di bagian depan kendaraan. Harganya diklaim cukup murah tapi mematikan.

Baca Juga: Kehebatan DE M-SHORAD, Senjata Laser Pembunuh Drone

Persenjataan Type 625E


Type 625E dilengkapi delapan peluncur rudal pertahanan udara , dengan empat peluncur di setiap sisi menara. Senjata ini dapat mengeliminasi target pada jarak hingga sekitar 6,2 mil dan ketinggian hingga sekitar 2,5 mil. Kendaraan ini juga dilengkapi meriam 30 mm yang dapat berputar.

Baca Juga: Keunggulan Rudal Martlet, Pembunuh Drone Andalan Ukraina Berteknologi Laser

Untuk mendeteksi dan melacak target, Type 625E dilengkapi radar yang dapat dilipat dengan antena dinding berputar berbentuk persegi, dipasang di bagian atas kendaraan. Type 625E juga dilengkapi kamera pencitraan termal dan sensor optik.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved