Influencer AI Mulai Merambah Instagram, Dibayar USD1.000 Per Postingan
Minggu, 31 Desember 2023 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menjadi tantangan bagi orang-orang yang mencari nafkah dengan mempromosikan produk kepada pengikut mereka di media sosial, seperti Instagram (human influencer). Salah satu alasan utama merek ternama melakukan kesepakatan dengan influencer virtual adalah untuk memangkas biaya dan meningkatkan visibilitas.
“Kami terkejut dengan meroketnya tarif yang dikenakan oleh influencer saat ini,” kata Diana Nunez, salah satu pendiri The Clueless, agensi model AI di belakang López, kepada Financial Times. Tingginya angka human influencer, menginspirasi perusahaannya untuk menciptakan influencer sendiri dalam bentuk virtual menggunakan AI.
Baca juga; Instagram Uji Coba Stories Instagram Bisa Dilihat Langsung di Facebook
Ide ini tampak menarik perhatian. Analisis Instagram terhadap iklan yang menampilkan Kuki, seorang influencer AI yang bekerja dengan H&M, menemukan bahwa iklan tersebut menjangkau 11 kali lebih banyak orang di seluruh platform sosial dibandingkan dengan jangkauan iklan tradisional. Ini berarti penurunan biaya iklan per orang sebesar 91%.
Menanggapi tren ini, beberapa human influencer telah menyatakan kekhawatirannya bahwa AI influencer yang hadir sebagai pesaing akan dianggap sebagai manusia sungguhan. Mengingat sosok yang dihadirkan memiliki kemiripan yang luar biasa dengan manusia sungguhan.
“Yang membuatku takut tentang para influencer ini adalah betapa sulitnya untuk mengatakan bahwa mereka palsu,” kata Danae Mercer, seorang kreator dengan lebih dari 2 juta pengikut di Instagram.
“Kami terkejut dengan meroketnya tarif yang dikenakan oleh influencer saat ini,” kata Diana Nunez, salah satu pendiri The Clueless, agensi model AI di belakang López, kepada Financial Times. Tingginya angka human influencer, menginspirasi perusahaannya untuk menciptakan influencer sendiri dalam bentuk virtual menggunakan AI.
Baca juga; Instagram Uji Coba Stories Instagram Bisa Dilihat Langsung di Facebook
Ide ini tampak menarik perhatian. Analisis Instagram terhadap iklan yang menampilkan Kuki, seorang influencer AI yang bekerja dengan H&M, menemukan bahwa iklan tersebut menjangkau 11 kali lebih banyak orang di seluruh platform sosial dibandingkan dengan jangkauan iklan tradisional. Ini berarti penurunan biaya iklan per orang sebesar 91%.
Menanggapi tren ini, beberapa human influencer telah menyatakan kekhawatirannya bahwa AI influencer yang hadir sebagai pesaing akan dianggap sebagai manusia sungguhan. Mengingat sosok yang dihadirkan memiliki kemiripan yang luar biasa dengan manusia sungguhan.
“Yang membuatku takut tentang para influencer ini adalah betapa sulitnya untuk mengatakan bahwa mereka palsu,” kata Danae Mercer, seorang kreator dengan lebih dari 2 juta pengikut di Instagram.

Lihat Juga :