Pro Kontra Video Game Fursan Al-Aqsa, Bikin Berang Israel
Senin, 25 Desember 2023 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah nasib semua orang yang menyerbu tanah air kita #Palestina! Hati-hati oh #Zionis, singa-singa dari #JeninCamp datang kepadamu," tulis Nijm dalam salah satu unggahan terbarunya.
Nijm mengatakan kepada Newsweek bahwa permainan karyanya tidak menampilkan apa pun yang berhubungan dengan agama Yahudi, justru momennya tepat dengan kondisi di Gaza. "Apa yang terjadi di Gaza sekarang telah membuat banyak orang 'bangun' dan melihat siapa sebenarnya teroris sesungguhnya. Ini tidak lagi tentang agama atau politik, ini tentang kemanusiaan. Tidak ada yang menerima pembantaian anak-anak kecil, perempuan, lansia, dan warga sipil, seperti yang dilakukan Israel dengan sengaja menjatuhkan bom di atas rumah sakit, sekolah, bangunan tempat tinggal, dan sebagainya."
Menanggapi tweet dari LibsofTikTok, Nijm mengatakan hal itu termasuk berita palsu. Ia mengklarifikasi bahwa karyanya memungkinkan adegan membunuh orang Yahudi sambil berteriak Allahu Akbar. Namun, konteksnya memungkinkan pemain untuk bermain sebagai Pejuang Perlawanan Palestina dari kelompok fiksi bernama Fursan al-Aqsa melawan tentara Israel.
Data dari Steam menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, permainan ini memiliki rata-rata 1,7 pemain. Pada bulan Oktober, permainan ini memiliki rata-rata 2,3 pemain atau meningkat 87 persen. Puncak total pemain permainan ini pun telah mencapai 10 pemain.
Baca Juga: 7 Negara yang Ikut Kirim Senjata ke Hamas
Meskipun pengembang menyatakan dalam disclaimer bahwa permainan ini tidak mempromosikan terorisme, banyak ulasan permainan membahas perang berkepanjangan di Israel.
Nijm mengatakan kepada Newsweek bahwa permainan karyanya tidak menampilkan apa pun yang berhubungan dengan agama Yahudi, justru momennya tepat dengan kondisi di Gaza. "Apa yang terjadi di Gaza sekarang telah membuat banyak orang 'bangun' dan melihat siapa sebenarnya teroris sesungguhnya. Ini tidak lagi tentang agama atau politik, ini tentang kemanusiaan. Tidak ada yang menerima pembantaian anak-anak kecil, perempuan, lansia, dan warga sipil, seperti yang dilakukan Israel dengan sengaja menjatuhkan bom di atas rumah sakit, sekolah, bangunan tempat tinggal, dan sebagainya."
Menanggapi tweet dari LibsofTikTok, Nijm mengatakan hal itu termasuk berita palsu. Ia mengklarifikasi bahwa karyanya memungkinkan adegan membunuh orang Yahudi sambil berteriak Allahu Akbar. Namun, konteksnya memungkinkan pemain untuk bermain sebagai Pejuang Perlawanan Palestina dari kelompok fiksi bernama Fursan al-Aqsa melawan tentara Israel.
Data dari Steam menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, permainan ini memiliki rata-rata 1,7 pemain. Pada bulan Oktober, permainan ini memiliki rata-rata 2,3 pemain atau meningkat 87 persen. Puncak total pemain permainan ini pun telah mencapai 10 pemain.
Baca Juga: 7 Negara yang Ikut Kirim Senjata ke Hamas
Meskipun pengembang menyatakan dalam disclaimer bahwa permainan ini tidak mempromosikan terorisme, banyak ulasan permainan membahas perang berkepanjangan di Israel.
Lihat Juga :