Toshiba Tarik Diri Sepenuhnya dari Pasar Notebook
Senin, 10 Agustus 2020 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dengan merek lain meluncurkan komputer notebook yang lebih tipis dan lebih kuat, ditambah dengan menyusutnya pasar komputer pribadi, Toshiba tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan akhirnya menjadi merek yang kurang populer di pasar notebook.
Mengapa Ini Terjadi?
Pada 2015, dengan terungkapnya skandal 'False Accounting', 8 dari 16 anggota dewan Toshiba mengundurkan diri, termasuk CEO Hisao Tanaka. Selanjutnya, Westinghouse Electric Company, grup teknik nuklir AS yang bangkrut tahun lalu, telah dijual oleh pemiliknya Toshiba kepada manajer aset Kanada Brookfield dalam kesepakatan senilai USD4,6 miliar. Ini mendorong Toshiba ke tepi jurang yang mungkin dihapus dari daftar oleh Bursa Efek Tokyo.
Untuk mengatasi dilema keuangan tersebut, Toshiba telah melakukan serangkaian penjualan unit bisnisnya, termasuk penjualan bisnis TV ke Hisense Group, penjualan bisnis white goods hingga raksasa peralatan rumah tangga China Midea Group. Bain Capital, salah satu perusahaan investasi alternatif multi-aset terkemuka dunia hanya memiliki 40% sahamnya.
Mengapa Ini Terjadi?
Pada 2015, dengan terungkapnya skandal 'False Accounting', 8 dari 16 anggota dewan Toshiba mengundurkan diri, termasuk CEO Hisao Tanaka. Selanjutnya, Westinghouse Electric Company, grup teknik nuklir AS yang bangkrut tahun lalu, telah dijual oleh pemiliknya Toshiba kepada manajer aset Kanada Brookfield dalam kesepakatan senilai USD4,6 miliar. Ini mendorong Toshiba ke tepi jurang yang mungkin dihapus dari daftar oleh Bursa Efek Tokyo.
Untuk mengatasi dilema keuangan tersebut, Toshiba telah melakukan serangkaian penjualan unit bisnisnya, termasuk penjualan bisnis TV ke Hisense Group, penjualan bisnis white goods hingga raksasa peralatan rumah tangga China Midea Group. Bain Capital, salah satu perusahaan investasi alternatif multi-aset terkemuka dunia hanya memiliki 40% sahamnya.
(iqb)
Lihat Juga :