Ilmuwan AS Klaim Kuasai Teknologi Fusi Nuklir, Setara 4 Kali Kekuatan Matahari
Jum'at, 22 Desember 2023 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
“Ledakan yang ditimbulkan menyebabkan isotop-isotop berfusi, menciptakan helium dan sejumlah besar energi,” kata para ilmuwan kepada Nature dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Jumat (22/12/2023). Reaksi fusi menghasilkan sekitar 2,5 megajoule energi, hampir 120% dari 2,1 megajoule energi yang dihasilkan laser.
Baca juga; Mengenal Mesin Tokamak Terbesar di Dunia, Penghasil Energi Listrik dari Reaksi Fusi Nuklir
Upaya pertama yang berhasil dilakukan pada tanggal 5 Desember 2022, menghasilkan energi sekitar 54% lebih banyak daripada yang dimasukkan. Tim tersebut mencetak rekor pada 30 Juli dengan peningkatan sebesar 85%, dan dua upaya lainnya dilakukan pada bulan Oktober.
Reaksi fusi itu menghasilkan sekitar 3,88 megajoule energi fusi atau 89% lebih banyak dari pencapaian pertama pada bulan Desember. Dua tes lainnya dilakukan pada bulan Juni dan September, namun para peneliti mengatakan energi yang dihasilkan tidak 'cukup untuk memastikan terjadinya pengapian.'
“Saya merasa cukup baik. Saya pikir kita semua harus bangga dengan pencapaian ini,” kata Richard Town, fisikawan yang mengepalai program sains fusi kurungan inersia LLNL. Fasilitas Pengapian Nasional senilai USD3,5 miliar pada awalnya dibangun untuk menguji senjata nuklir dengan mensimulasikan ledakan, namun fokusnya kini beralih ke kemajuan penelitian energi fusi.
Baca juga; Mengenal Mesin Tokamak Terbesar di Dunia, Penghasil Energi Listrik dari Reaksi Fusi Nuklir
Upaya pertama yang berhasil dilakukan pada tanggal 5 Desember 2022, menghasilkan energi sekitar 54% lebih banyak daripada yang dimasukkan. Tim tersebut mencetak rekor pada 30 Juli dengan peningkatan sebesar 85%, dan dua upaya lainnya dilakukan pada bulan Oktober.
Reaksi fusi itu menghasilkan sekitar 3,88 megajoule energi fusi atau 89% lebih banyak dari pencapaian pertama pada bulan Desember. Dua tes lainnya dilakukan pada bulan Juni dan September, namun para peneliti mengatakan energi yang dihasilkan tidak 'cukup untuk memastikan terjadinya pengapian.'
“Saya merasa cukup baik. Saya pikir kita semua harus bangga dengan pencapaian ini,” kata Richard Town, fisikawan yang mengepalai program sains fusi kurungan inersia LLNL. Fasilitas Pengapian Nasional senilai USD3,5 miliar pada awalnya dibangun untuk menguji senjata nuklir dengan mensimulasikan ledakan, namun fokusnya kini beralih ke kemajuan penelitian energi fusi.
(wib)
Lihat Juga :