Chipset Qualcomm Snapdragon Hadapi Masalah Keamanan Serius

Senin, 10 Agustus 2020 - 09:29 WIB
loading...
Chipset Qualcomm Snapdragon...
Badan keamanan Check Point baru-baru ini melakukan penelitian bernama Achilles. Hasilnya, mereka menemukan kerentanan yang tersembunyi di dalam Hexagon DSP dari Qualcomm Snapdragon SoC. Foto/Ist
A A A
REDMOND - Baru-baru ini Google meluncurkan pembaruan untuk memperbaiki masalah keamanan dan kerentanan kritis pada perangkat Android. Terkait hal ini, sebuah laporan menunjukkan bahwa lebih dari 400 bagian kode yang rentan ditemukan di DSP chipset Qualcomm . (Baca juga: Qualcomm Quick Charge 5, Pengisian 50% Baterai 4.500 mAh Hanya Butuh 5 Menit )

Jika dibiarkan tanpa pengawasan, laporan mengingarkan, itu bisa mengubah smartphone menjadi alat mata-mata dan membuat peretas memasang malware.

Badan keamanan Check Point baru-baru ini melakukan penelitian bernama "Achilles". Dalam hal ini, mereka dilaporkan melakukan tinjauan keamanan mendalam terhadap chip DSP pada AP (Prosesor Aplikasi) Qualcomm Technologies. Hasilnya, mereka menemukan kerentanan yang tersembunyi di dalam Hexagon DSP dari Qualcomm Snapdragon SoC.

Sebagai permulaan, DSP adalah Prosesor Sinyal Digital. Ini adalah salah satu komponen penting untuk menjalankan permintaan waktu nyata antara pengguna dan firmware. Itu adalah pemrosesan gambar, audio dan suara, kalkulasi jaringan saraf, streaming kamera, pemosisian GPS, dan lainnya.

Kerentanan yang ditemukan diberi nama kode CVE-2020-11201, CVE-2020-11202, CVE-2020-11206, CVE-2020-11207, CVE-2020-11208, dan CVE-2020-11209. Pada dasarnya mereka tampaknya rentan terhadap DoS (Denial of Service) atau serangan eskalasi hak istimewa.

Ini adalah serangan jaringan yang digunakan untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem dalam batas keamanan. Setelah masuk, penyerang dapat mengendalikan perangkat target dan menjadikannya alat mata-mata. Mereka bisa membuat perangkatnya praktis tidak berguna, atau menggunakan malware untuk menyembunyikan aktivitasnya di dalam ponsel yang bisa menjadi non-removable.

Apakah DSP Itu Rentan?
Laman Giz China menyebutkan, laporan lebih lanjut, mengatakan, penyerang dapat memperoleh akses ke data pribadi. Ini termasuk foto, video, perekaman panggilan, data lokasi GPS, data mikrofon, dan lainnya. Kemudian, mereka hanya perlu membujuk pengguna untuk mengklik file yang dapat dieksekusi dan mendapatkan akses untuk mengeksploitasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Snapdragon 6 Gen 5 Resmi...
Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Hadir: Standar Baru AI untuk Ponsel Harga 4 Jutaan
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Produksi Smartphone...
Produksi Smartphone pada Q1 2026 Turun 41 Persen
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Rekomendasi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved