AS Kembangkan Radar Luar Angkasa untuk Pantau Satelit Mata-mata Musuh

Jum'at, 08 Desember 2023 - 23:06 WIB
loading...
A A A
Situs DARC yang pertama direncanakan berlokasi di Australia Barat dan diperkirakan akan online pada tahun 2026. Ketiga situs tersebut harus online pada tahun 2030, menurut pernyataan Space Force. Diperkirakan biayanya mencapai USD1 miliar.

“Dari situsnya di Australia, DARC akan berintegrasi dengan situs DARC lainnya di Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini akan memberikan kemampuan kesadaran domain ruang angkasa untuk mencegah negara-negara melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan Australia,” kata Letjen John Frewen, Kepala Kemampuan Gabungan dari Australia.

Baca juga; Rusia Siap Luncurkan Satelit Radar Canggih, Mampu Pantau Area Seluas 120 Km

Pemilihan Australia sebagai lokasi DARC yang pertama terjadi ketika ketegangan militer terus meningkat di kawasan Indo-Pasifik yang meliputi Samudera Hindia dan Pasifik. Mekanisme di lokasi ini sebagian besar akan ditujukan untuk melawan meningkatnya kehadiran militer China.

Apalagi China saat ini memiliki dan mengoperasikan sekitar setengah dari satelit mata-mata intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di dunia. “Sebagian besar mendukung pemantauan, pelacakan, dan penargetan pasukan AS dan sekutu di seluruh dunia,” menurut laporan Departemen Pertahanan tahun 2023 yang dikeluarkan untuk kongres AS.
AS Kembangkan Radar Luar Angkasa untuk Pantau Satelit Mata-mata Musuh


“Peningkatan terbaru pada kemampuan ISR berbasis ruang angkasa RRT menekankan pada pengembangan, pengadaan, dan penggunaan satelit yang semakin mumpuni dengan teknologi kamera digital serta radar berbasis ruang angkasa untuk cakupan 24 jam di segala cuaca,” lanjut laporan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Rekomendasi
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved