Bulu Burung Bluebird Inspirasi Teknologi Baterai Tahan Lama

Jum'at, 08 Desember 2023 - 13:36 WIB
loading...
Bulu Burung Bluebird...
Selain punya bulu indah, burung Bluebird menginspirasi teknologi masa pakai baterai. (Foto: The Next Web)
A A A
JAKARTA - Selain punya bulu indah, burung Bluebird menginspirasi teknologi masa pakai baterai. Bulu-bulunya juga memiliki struktur unik yang dapat merevolusi aplikasi berkelanjutan seperti baterai dan filtrasi air.

Warna biru cerah pada sayap burung bukanlah hasil dari pigmen warna. Sebaliknya, warna tadi disebabkan oleh jaringan saluran dengan diameter beberapa ratus nanometer, melintasi bulu-bulunya.

Dilansir dari The Next Web, Jumat (8/12/2023), struktur jaringan Bluebird mengilhami para peneliti di ETH Zurich untuk mereplikasi bahan ini di laboratorium. Mereka sekarang telah mengembangkan bahan sintetis yang menunjukkan desain struktural yang sama dengan bulu burung Bluebird. Bahan ini dinilai memberikan manfaat praktis, seperti peningkatan masa pakai baterai.

Para peneliti bereksperimen dengan karet silikon transparan yang dapat ditarik dan dideformasi. Mereka menempatkannya dalam larutan berminyak, meninggalkannya menggembung selama beberapa hari di dalam oven yang dipanaskan pada suhu 60 °C. Kemudian, mereka mendinginkan dan mengekstraksinya.

Baca Juga: Baterai Ponsel Sekarat dalam Kondisi Darurat? Begini Cara Dapatkan Daya Baterai Ekstra

Tim tersebut mengamati bahwa nanostruktur karet berubah selama prosedur tersebut dan mereka mengidentifikasi struktur jaringan yang serupa dengan bulu burung Bluebird. Satu-satunya perbedaan penting tentang ketebalan saluran yang terbentuk, yaitu bahan sintetis tersebut memiliki ketebalan 800 nanometer berbanding 200 nanometer pada bulu burung.

Pencapaian ini menjadi hasil dari metode baru berdasarkan pemisahan fasa dari matriks polimer dan larutan berminyak. Pemisahan fasa adalah fenomena fisika umum yang telah kita saksikan sehari-hari. Misalnya, saus salad yang terbuat dari minyak dan cuka, bahan-bahan tersebut terpisah kecuali dikocok dengan keras dan terpisah lagi ketika pengocokan berhenti.

Namun, juga mungkin untuk mencampurkan zat tersebut dengan pemanasan dan memisahkannya kembali dengan pendinginan dan itulah yang dilakukan para ilmuwan di laboratorium.

Baca Juga: 4 Fakta Kaldera McDermitt, Surganya Lithium di Dunia

"Kami dapat mengendalikan dan memilih kondisi sedemikian rupa sehingga saluran terbentuk selama pemisahan fasa. Kami berhasil menghentikan prosedur tersebut sebelum dua fasa bergabung sepenuhnya lagi," kata Carla Fernández Rico, penulis utama studi ini.

Keuntungan menonjol dari metode ini, yaitu materi tersebut tetap dapat ditingkatkan. "Pada dasarnya, dapat menggunakan potongan plastik yang karet dengan ukuran apa pun. Namun, kemudian juga memerlukan wadah dan oven yang sesuai besarnya," tambah Rico.

Teknologi ini dapat bermanfaat dalam baterai dengan menggantikan elektrolit cair yang memfasilitasi transfer ion lithium antara elektroda, tetapi sering bereaksi dengan ion. Cara ini mengurangi kapasitas dan kesehatan baterai. Elektrolit padat dengan struktur jaringan seperti yang dikembangkan oleh para peneliti tidak hanya akan mengatasi masalah tersebut, tetapi juga memungkinkan transportasi ion yang baik dan meningkatkan masa pakai baterai.

Filter air adalah bidang aplikasi potensial lainnya berkat sifat transportasi dan luasnya permukaan jaringan, yang dapat menghilangkan kontaminan, termasuk bakteri dan partikel air berbahaya lainnya.

Rico berupaya mengembangkan penelitiannya lebih lanjut dengan memperhatikan keberlanjutan dan mencatat bahwa pekerjaan timnya masih perlu dikembangkan.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
Jangan Anggap Remeh,...
Jangan Anggap Remeh, Ini Alasan Kenapa HP Anda Harus Sering Restart!
Honor Magic V6 dan Ponsel...
Honor Magic V6 dan Ponsel Robotik: Strategi Honor Melawan Dominasi Apple dan Samsung
Samsung Menguji Baterai...
Samsung Menguji Baterai Silikon-Karbon untuk Perangkat Mendatang
Terungkap Kebiasaan...
Terungkap Kebiasaan Burung Galapagos Melakukan Perjalanan Sejauh 3.000 Mil
itel Luncurkan SUPER...
itel Luncurkan SUPER 26 ULTRA, Ditenagai UNISOC T7300 Padukan Gaya dan Kekuatan
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Ford Fiesta Akan Kembali...
Ford Fiesta Akan Kembali di Tahun 2028 dengan Platform Renault 5 EV
Spesifikasi VW ID. Polo...
Spesifikasi VW ID. Polo GTI: Harga Rp750 Juta, Jarak 417 KM, bisa Kejar ID. Buzz?
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved