Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia, yang Dituding Berpotensi Jadi Ancaman Nasional
Jum'at, 17 November 2023 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Alasannya, pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia dikhawatirkan membawa risiko besar. Sebab, sejauh ini belum ada studi komprehensif di kota-kota di atas terkait efektivitas program penyebaran nyamuk Wolbachia, sehingga berpotensi risiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk K3).
Risiko selanjutnya yakni berpotensi merusak industri pariwisata, serta ekonomi masyarakat setempat, dan tidak adanya pihak yang akan bertanggung jawab jika terjadi kesalahan dan dampak yang tak terhitung karena program ini. Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia dalam siaran persnya menyuarakan:
1. Due diligence Mendalam: Evaluasi menyeluruh sebelum pelepasan nyamuk.
2. Ancaman keamanan nasional: Investigasi risiko IP Technology melalui Wolbachia.
3. Transparansi Penuh: Publik harus tahu dan menyatakan persetujuan.
“Kami meminta tindakan segera untuk melindungi Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang. Darurat. Aksi Sekarang!.”
Baca Juga: Metode Wolbachia Tuai Pro Kontra Atasi Kasus DBD, Hidup dalam Tubuh Nyamuk Aedes Aegypti
Terlepas dari pro dan kontra di atas, faktanya Kemenkes dan UGM selama bertahun-tahun telah mengkaji Metode Wolbachia di Yogyakarta. Berbagai tahapan telah dilewati sehingga sampai pada fase pilot project di lapangan.
Dilansir dari Pusat Kedokteran Tropis UGM, berikut fakta-fakta Wolbachia.
Wolbachia merupakan bakteri alami di serangga dan sekitar 6 dari 10 jenis serangga di dunia termasuk kupu-kupu, lalat buah dan lebah.
Bakteri Wolbachia tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit
Wolbachia merupakan endosimbion obligat, yang hanya bisa hidup di dalam sel organisme hidup lain.
Wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kapasitas nyamuk tersebut sebagai vektor dengue. Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri, dengan sedikitnya makanan yang bisa menghidupi virus, maka virus tidak dapat berkembang biak.
Risiko selanjutnya yakni berpotensi merusak industri pariwisata, serta ekonomi masyarakat setempat, dan tidak adanya pihak yang akan bertanggung jawab jika terjadi kesalahan dan dampak yang tak terhitung karena program ini. Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia dalam siaran persnya menyuarakan:
1. Due diligence Mendalam: Evaluasi menyeluruh sebelum pelepasan nyamuk.
2. Ancaman keamanan nasional: Investigasi risiko IP Technology melalui Wolbachia.
3. Transparansi Penuh: Publik harus tahu dan menyatakan persetujuan.
“Kami meminta tindakan segera untuk melindungi Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang. Darurat. Aksi Sekarang!.”
Baca Juga: Metode Wolbachia Tuai Pro Kontra Atasi Kasus DBD, Hidup dalam Tubuh Nyamuk Aedes Aegypti
Fakta-Fakta Wolbachia
Terlepas dari pro dan kontra di atas, faktanya Kemenkes dan UGM selama bertahun-tahun telah mengkaji Metode Wolbachia di Yogyakarta. Berbagai tahapan telah dilewati sehingga sampai pada fase pilot project di lapangan.
Dilansir dari Pusat Kedokteran Tropis UGM, berikut fakta-fakta Wolbachia.
1. Bakteri Alami
Wolbachia merupakan bakteri alami di serangga dan sekitar 6 dari 10 jenis serangga di dunia termasuk kupu-kupu, lalat buah dan lebah.
2. Tidak menginfeksi manusia
Bakteri Wolbachia tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit
3. Hanya bisa hidup di sel organisme hidup lain
Wolbachia merupakan endosimbion obligat, yang hanya bisa hidup di dalam sel organisme hidup lain.
4. Menurunkan replikasi virus dengue di nyamuk
Wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kapasitas nyamuk tersebut sebagai vektor dengue. Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri, dengan sedikitnya makanan yang bisa menghidupi virus, maka virus tidak dapat berkembang biak.
Lihat Juga :