Ahli Geologi Temukan Benua yang Hilang selama 155 Juta Tahun
Kamis, 16 November 2023 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
“Para ahli geologi mengetahui bahwa sekitar 155 juta tahun yang lalu, sebuah benua sepanjang 5.000 km terputus dari Australia bagian barat dan hanyut. Mereka dapat melihatnya dari ‘kekosongan’ yang ditinggalkannya: sebuah cekungan yang tersembunyi jauh di bawah lautan yang dikenal sebagai Dataran Argo Abyssal,” kata rilis tersebut seperti dilansir dari Unilad, Kamis (16/11/2023)
Eldert Advokaat, salah satu penulis penelitian tersebut, menjelaskan bahwa Argoland telah terpecah, dan pecahan benua telah ditemukan. Mereka diyakini berada di bawah hutan yang menutupi sebagian besar wilayah Indonesia dan Myanmar.
“Situasi di Asia Tenggara sangat berbeda dengan tempat-tempat seperti Afrika dan Amerika Selatan, di mana sebuah benua terpecah menjadi dua bagian. Argoland terpecah menjadi banyak pecahan berbeda. Itu menghalangi pandangan kami tentang perjalanan benua ini,” katanya.
Ahli geologi Universitas Utrecht, Douwe van Hinsbergen, juga menjelaskan mengapa informasi ini penting dan dapat berguna bagi para ahli geologi dan peneliti saat ini.
“Jika benua bisa masuk ke dalam mantel dan menghilang seluruhnya, tanpa meninggalkan jejak geologis di permukaan bumi, maka kita tidak akan punya banyak gambaran tentang seperti apa bumi di masa lalu secara geologis,” katanya.
Eldert Advokaat, salah satu penulis penelitian tersebut, menjelaskan bahwa Argoland telah terpecah, dan pecahan benua telah ditemukan. Mereka diyakini berada di bawah hutan yang menutupi sebagian besar wilayah Indonesia dan Myanmar.
“Situasi di Asia Tenggara sangat berbeda dengan tempat-tempat seperti Afrika dan Amerika Selatan, di mana sebuah benua terpecah menjadi dua bagian. Argoland terpecah menjadi banyak pecahan berbeda. Itu menghalangi pandangan kami tentang perjalanan benua ini,” katanya.
Ahli geologi Universitas Utrecht, Douwe van Hinsbergen, juga menjelaskan mengapa informasi ini penting dan dapat berguna bagi para ahli geologi dan peneliti saat ini.
“Jika benua bisa masuk ke dalam mantel dan menghilang seluruhnya, tanpa meninggalkan jejak geologis di permukaan bumi, maka kita tidak akan punya banyak gambaran tentang seperti apa bumi di masa lalu secara geologis,” katanya.
(wbs)
Lihat Juga :