Proses Kelahiran Bintang Sembunyikan Lubang Hitam di Balik Dinding Debu
Selasa, 07 November 2023 - 22:30 WIB
loading...
Lubang hitam supermasif rakus yang memancarkan cahaya kuat ditemukan tersembunyi di jantung galaksi yang melahirkan bintang. Foto/NASA/Space
A
A
A
FLORIDA - Lubang hitam supermasif rakus yang memancarkan cahaya kuat ditemukan tersembunyi di jantung galaksi yang melahirkan bintang . Penemuan ini dapat membantu para peneliti lebih memahami bagaimana galaksi tumbuh.
Quasar supermasif yang ditenagai oleh lubang hitam bertanggung jawab atas emisi cahaya paling kuat dan terang di alam semesta. Emisi ini tercipta ketika lubang hitam memanas dan mengoyak materi di sekitarnya.
Meskipun ada aktivitas ini, mungkin sulit untuk melihat quasar dari Bumi. Titan-titan kosmik yang sedang makan ini dan radiasi yang dipancarkan dari sekitarnya tertutup oleh gas dan debu galaksi yang mengelilinginya.
Baca juga; Astronom Mendeteksi Lubang Hitam Terdekat dengan Bumi, Apakah Berbahaya?
Sebelumnya, para ilmuwan berpendapat bahwa satu-satunya cara galaksi dapat menyembunyikan quasar secara efektif adalah dengan menggunakan cincin debu tebal, atau torus, di dekat lubang hitam supermasif yang menjadi sumbernya. Penelitian baru ini menunjukkan ada cara lain bagi beberapa galaksi untuk mengubur quasar dengan material yang lebih jauh.
“Debu yang menghalangi quasar ini sebenarnya merupakan sebuah kejutan. Kami tidak menyangka akan mengamati hal ini,” kata pemimpin penelitian Carolina Andonie, seorang ilmuwan di pusat astronomi ekstragalaktik Universitas Durham di Inggris, kepada laman Space, Selasa (7/11/2023).
Untuk mengetahui bahwa awan debu yang lebih jauh dapat menyelubungi quasar, tim yang dipimpin Durham mulai mengamati sampel “quasar berdebu” dengan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chili utara. ALMA adalah rangkaian 66 teleskop yang mampu mengintip melalui debu objek jauh menggunakan panjang gelombang cahaya yang panjang, seperti inframerah atau panjang gelombang pemancar panas.
Quasar supermasif yang ditenagai oleh lubang hitam bertanggung jawab atas emisi cahaya paling kuat dan terang di alam semesta. Emisi ini tercipta ketika lubang hitam memanas dan mengoyak materi di sekitarnya.
Meskipun ada aktivitas ini, mungkin sulit untuk melihat quasar dari Bumi. Titan-titan kosmik yang sedang makan ini dan radiasi yang dipancarkan dari sekitarnya tertutup oleh gas dan debu galaksi yang mengelilinginya.
Baca juga; Astronom Mendeteksi Lubang Hitam Terdekat dengan Bumi, Apakah Berbahaya?
Sebelumnya, para ilmuwan berpendapat bahwa satu-satunya cara galaksi dapat menyembunyikan quasar secara efektif adalah dengan menggunakan cincin debu tebal, atau torus, di dekat lubang hitam supermasif yang menjadi sumbernya. Penelitian baru ini menunjukkan ada cara lain bagi beberapa galaksi untuk mengubur quasar dengan material yang lebih jauh.
“Debu yang menghalangi quasar ini sebenarnya merupakan sebuah kejutan. Kami tidak menyangka akan mengamati hal ini,” kata pemimpin penelitian Carolina Andonie, seorang ilmuwan di pusat astronomi ekstragalaktik Universitas Durham di Inggris, kepada laman Space, Selasa (7/11/2023).
Untuk mengetahui bahwa awan debu yang lebih jauh dapat menyelubungi quasar, tim yang dipimpin Durham mulai mengamati sampel “quasar berdebu” dengan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chili utara. ALMA adalah rangkaian 66 teleskop yang mampu mengintip melalui debu objek jauh menggunakan panjang gelombang cahaya yang panjang, seperti inframerah atau panjang gelombang pemancar panas.
Lihat Juga :