Balada Surat Cinta yang Dibaca setelah 250 Tahun, Penuh Gairah Namun Tragis
Selasa, 07 November 2023 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Administrasi pos Perancis telah mencoba mengirimkan surat-surat tersebut kepada awak kapal, mengirimkannya ke beberapa pelabuhan di Prancis. Ketika mendengar kapal tersebut telah ditangkap, mereka meneruskan surat-surat tersebut ke Inggris, di mana surat-surat tersebut diserahkan kepada Angkatan Laut di London.
Baca juga; 3.000 Karya Seni Perunggu Benin Ditemukan dari Bangkai Kapal Atlantik
Namun, surat-surat tersebut tidak pernah disampaikan dan tersegel selama lebih dari 250 tahun. Secara keseluruhan ada 104 surat disita oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris selama Perang Tujuh Tahun.
Sebanyak 75 surat di antaranya secara khusus ditujukan kepada awak kapal Galatee. Koleksinya disimpan di Arsip Nasional di Kew dan Kantor Catatan Umum di Chancery Lane dan bahkan Menara London dalam 250 tahun terakhir.
Dokumen dan surat itu baru dibaca setelah sejarawan Universitas Cambridge, Profesor Renaud Morieux, mendapat izin untuk akhirnya membukanya. Ada tiga tumpukan surat yang disatukan dengan pita.
![Balada Surat Cinta yang Dibaca setelah 250 Tahun, Penuh Gairah Namun Tragis]()
“Surat-surat ini berisi pengalaman universal manusia, tidak hanya terjadi di Prancis atau abad ke-18,” kata Profesor Morieux dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Selasa (7/11/2023).
Baca juga; Penemuan Bangkai Kapal Mesir Kuno, Benarkan Kesaksian Herodotus 25 Abad Lalu
Baca juga; 3.000 Karya Seni Perunggu Benin Ditemukan dari Bangkai Kapal Atlantik
Namun, surat-surat tersebut tidak pernah disampaikan dan tersegel selama lebih dari 250 tahun. Secara keseluruhan ada 104 surat disita oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris selama Perang Tujuh Tahun.
Sebanyak 75 surat di antaranya secara khusus ditujukan kepada awak kapal Galatee. Koleksinya disimpan di Arsip Nasional di Kew dan Kantor Catatan Umum di Chancery Lane dan bahkan Menara London dalam 250 tahun terakhir.
Dokumen dan surat itu baru dibaca setelah sejarawan Universitas Cambridge, Profesor Renaud Morieux, mendapat izin untuk akhirnya membukanya. Ada tiga tumpukan surat yang disatukan dengan pita.

“Surat-surat ini berisi pengalaman universal manusia, tidak hanya terjadi di Prancis atau abad ke-18,” kata Profesor Morieux dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Selasa (7/11/2023).
Baca juga; Penemuan Bangkai Kapal Mesir Kuno, Benarkan Kesaksian Herodotus 25 Abad Lalu
Lihat Juga :