Mengenal Private DNS, Fitur Penjaga Privasi agar Aman

Jum'at, 03 November 2023 - 10:49 WIB
loading...
Mengenal Private DNS,...
Private DNS membuat pengguna dapat meningkatkan privasi dan keamanan saat browsing. (Foto: Online Tech Tips)
A A A
JAKARTA - Private DNS merupakan salah satu fitur untuk meningkatkan privasi dan keamanan saat browsing. Dalam era digital yang semakin berkembang, privasi dan keamanan data menjadi salah satu perhatian utama.

Private DNS membuat pengguna dapat meningkatkan privasi dan keamanan saat browsing, serta memiliki kontrol lebih besar atas koneksi internet.

Private DNS, juga dikenal sebagai DNS over TLS (DoT) atau DNS over HTTPS (DoH), sebuah teknologi yang digunakan untuk mengenkripsi permintaan DNS agar lebih sulit untuk disadap oleh pihak ketiga. DNS (Domain Name System) sebagai sistem yang menghubungkan nama domain seperti www.contoh.com dengan alamat IP yang sesungguhnya.

Ketika pengguna mengakses sebuah situs web, perangkat akan melakukan permintaan DNS untuk mengetahui alamat IP situs tersebut. Private DNS mengenkripsi permintaan ini, sehingga tidak mudah diintip oleh pihak yang tidak berkepentingan.

Baca Juga: Cara Membuka Situs yang Diblokir DNS

Keuntungan Penggunaan Private DNS

Penggunaan Private DNS memiliki beberapa keuntungan, antara lain:


1. Privasi yang Lebih Baik

Dengan mengenkripsi permintaan DNS, pihak ketiga sulit untuk melacak aktivitas online.

2. Keamanan

Private DNS dapat membantu mencegah serangan DNS spoofing atau DNS poisoning, yang dapat mengarah pada penipuan online.

3. Akses ke Situs Terblokir

Beberapa penyedia Private DNS menyediakan akses ke situs web yang mungkin diblokir oleh penyedia layanan internet.

4. Kontrol Lebih Besar

Anda memiliki lebih banyak kontrol atas DNS yang digunakan, termasuk memilih penyedia DNS yang dipercayai.

Baca Juga: Tingkatkan Teknologi Internet dan DNS dengan Infrastruktur Global

Daftar Penyedia Private DNS


Beberapa penyedia Private DNS yang populer antara lain:

1. Cloudflare

Cloudflare menyediakan layanan Private DNS dengan nama server 1.1.1.1. Mereka menawarkan opsi enkripsi DNS over HTTPS dan DNS over TLS.

2. Google

Google juga memiliki layanan Private DNS dengan nama server 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Mereka mendukung DNS over TLS.

3. Quad9

Quad9 adalah penyedia Private DNS yang fokus pada keamanan. Mereka menyediakan server 9.9.9.9 dan mendukung DNS over TLS.

4. OpenDNS

OpenDNS, yang dimiliki oleh Cisco, menyediakan layanan Private DNS dengan beberapa opsi enkripsi, termasuk DNSCrypt.

Cara Setting Private DNS


Setting Private DNS pada perangkat bisa bervariasi tergantung pada sistem operasi. Berikut adalah langkah umum untuk mengatur Private DNS pada beberapa sistem operasi populer:

Android:

1. Buka "Pengaturan" pada perangkat Android.

2. Pilih "Jaringan & Internet" atau "Koneksi Nirkabel."

3. Pilih "Private DNS."

4. Pilih opsi "Private DNS provider hostname" dan masukkan nama server Private DNS yang diinginkan, misalnya, "1dot1dot1dot1.cloudflare-dns.com" untuk Cloudflare.

Windows

1. Buka "Pengaturan" pada komputer.

2. Pilih "Jaringan & Internet."

3. Klik "Ubah opsi adapter."

4. Klik kanan pada koneksi yang digunakan dan pilih "Properties."

5. Cari opsi "Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)" dan klik "Properties."

6. Pilih "Use the following DNS server addresses" dan masukkan alamat server Private DNS yang diinginkan.

iOS (iPhone/iPad)

1. Buka "Pengaturan" pada perangkat iOS.

2. Pilih "Wi-Fi."

3. Pilih jaringan Wi-Fi yang sedang Anda gunakan.

4. Pilih "Configure DNS."

5. Pilih "Manual" dan masukkan alamat server Private DNS yang diinginkan.

Pastikan menggunakan server Private DNS dari penyedia yang terpercaya. Pilihan Private DNS dapat bervariasi tergantung pada penyedia layanan internet dan lokasi geografis pengguna.

MG/Al Ghifari
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
16 Tahun ITSEC Asia:...
16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital
2 Tahun Perjalanan Defend...
2 Tahun Perjalanan Defend IT360: Evolusi Keamanan Siber Melalui Teknologi SIEM Mutakhir
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Berita Terkini
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Infografis
Mengenal Child Grooming:...
Mengenal Child Grooming: Bahaya Manipulasi Psikologis yang Dialami Aurelie Moeremans
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved