Gelombang Panas Laut Ekstrem Musnahkan 10 Miliar Kepiting Salju di Alaska
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Faktor-faktor lain, seperti pemangsaan oleh ikan cod Pasifik (Gadus macrocephalus), kanibalisme kepiting kecil oleh kepiting besar, penangkapan ikan dan penyakit, ikut berkontribusi terhadap kematian kepiting salju. “Suhu dan kepadatan populasi adalah variabel kunci dalam kematian ini,” tulis para ilmuwan.
Baca juga; Kepiting Prasejarah Ini Memiliki Mata yang Luar Biasa Besar
Para ilmuwan pertama kali menyadari penurunan drastis jumlah kepiting salju selama survei pada tahun 2021. Mereka menemukan kepiting salju paling sedikit di paparan timur Bering sejak survei dimulai pada tahun 1975. Namun, penyebab turunnya jumlah kepiting salju masih menjadi misteri.
Permasalahan yang saat ini dihadapi di Laut Bering menunjukkan permasalahan yang perlu dihadapi secara global. Hilangnya kepiting salju akan menjadi pukulan telak bagi fungsi beberapa komunitas di pedesaan Alaska, seperti komunitas di Pulau St. Paul, yang sangat bergantung pada penangkapan dan pengolahan kepiting salju.
Data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan, kepiting salju adalah krustasea kecil bercangkang bulat yang dapat hidup hingga 20 tahun di dasar laut lunak dengan kedalaman kurang dari 200 meter. Spesies ini diawasi dan dikelola secara ketat di Laut Bering bagian timur karena nilai komersialnya sebagai makanan laut.
Baca juga; Kepiting Prasejarah Ini Memiliki Mata yang Luar Biasa Besar
Para ilmuwan pertama kali menyadari penurunan drastis jumlah kepiting salju selama survei pada tahun 2021. Mereka menemukan kepiting salju paling sedikit di paparan timur Bering sejak survei dimulai pada tahun 1975. Namun, penyebab turunnya jumlah kepiting salju masih menjadi misteri.
Permasalahan yang saat ini dihadapi di Laut Bering menunjukkan permasalahan yang perlu dihadapi secara global. Hilangnya kepiting salju akan menjadi pukulan telak bagi fungsi beberapa komunitas di pedesaan Alaska, seperti komunitas di Pulau St. Paul, yang sangat bergantung pada penangkapan dan pengolahan kepiting salju.
Data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan, kepiting salju adalah krustasea kecil bercangkang bulat yang dapat hidup hingga 20 tahun di dasar laut lunak dengan kedalaman kurang dari 200 meter. Spesies ini diawasi dan dikelola secara ketat di Laut Bering bagian timur karena nilai komersialnya sebagai makanan laut.
(wib)
Lihat Juga :