Ilmuwan Australia Buktikan Berhasil Menambang Uranium dari Lautan

Rabu, 18 Oktober 2023 - 17:36 WIB
loading...
Ilmuwan Australia Buktikan...
Semua tim ilmuwan dari Australia membuktikan bisa menambang uranium lautan dengan menggunakan bahan yang mudah dan mudah dibuat, yaitu neodymium. Foto/NewAtlas
A A A
CANBERRA - Tim ilmuwan dari Australia membuktikan bisa menambang uranium lautan dengan menggunakan bahan yang mudah dan mudah dibuat, yaitu neodymium. Penelitian untuk menambang uranium dari lautan telah dilakukan sejak tahun 1960-an.

Para ilmuwan di Laboratorium Nasional Oak Ridge melihat keberhasilan awal menggunakan serat yang diolah dengan kelompok kimia midoksim, yang memiliki afinitas terhadap uranium . Para peneliti di Stanford kemudian menambahkan listrik ke serat tersebut, dan mampu memanen lebih banyak lagi unsur radioaktif.

Baru-baru ini, Laboratorium Nasional Pacific Northwest mampu menarik lima gram serbuk kuning, suatu bentuk bubuk uranium, dari air laut dengan jenis benang akrilik khusus. Namun, metode ini masih belum mampu menghasilkan uranium dalam skala industri yang diperlukan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir di seluruh dunia.

Baca juga; Ilmuwan Jepang Temukan Uranium-241, Isotop Uranium Baru yang Kaya Neutron

Para ilmuwan terus mencoba menemukan bahan yang dapat menyerap uranium tanpa menjaring unsur-unsur lain yang berasal dari laut merupakan sebuah tantangan. Untuk mengatasi kesulitan ini, para peneliti dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO), Universitas New South Wales, dan rekan lainnya beralih ke hidroksida ganda berlapis (LDH).

Bahan yang relatif mudah dibuat ini terdiri dari lapisan ion bermuatan positif dan negatif. Tim mendoping LDH ini dengan berbagai bahan kimia termasuk neodymium, terbium, dan europium, merendamnya dalam air laut, dan menganalisis hasilnya menggunakan pencitraan intensif dari spektroskopi adsorpsi sinar-X.

Para peneliti menemukan bahwa ketika neodymium dikombinasikan dengan LDH, senyawa yang dihasilkan mampu mengambil uranium dari air laut melalui 10 unsur lain yang lebih berlimpah. Ini termasuk natrium, kalsium, magnesium, dan kalium, yang jumlahnya sekitar 400 kali lebih besar dibandingkan uranium.

Menurut para peneliti, selektivitas ini, dan rendahnya biaya produksi bahan LDH yang didoping, akan berdampak besar pada kemungkinan pemanenan uranium dari air laut dalam skala besar.Hasil penelitian ini diterbitkan jurnal Kemajuan Energi.

Baca juga; 4 Daerah Penghasil Uranium di Indonesia, Kalimantan Paling Banyak

“Temuan ini menunjukkan bahwa rekayasa dopan LDH memberikan metode yang sederhana dan efektif untuk mengendalikan selektivitas dan menghasilkan adsorben yang mampu menantang pemisahan seperti ekstraksi uranium dari air laut,” tulis para peneliti.

Diperkirakan terdapat sekitar 4,5 miliar ton unsur ini di lautan dunia, dibandingkan dengan hanya sekitar enam juta ton di daratan. Jumlah tersebut cukup untuk menghasilkan listrik di seluruh dunia selama ribuan tahun. Namun, mengambil semua uranium terbukti sulit, karena uranium terdapat dalam air laut dalam konsentrasi yang sangat kecil.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Punya Data...
AS dan Iran Punya Data yang Bertentangan soal Uranium
Ilmuwan Klaim Sinar...
Ilmuwan Klaim Sinar dalam Tubuh Manusia Menghilang ketika Sudah Mati
Ahli Bedah China Pindahkan...
Ahli Bedah China Pindahkan Telinga Wanita ke Kaki selama 5 Bulan
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Australia Blokir TikTok...
Australia Blokir TikTok & Instagram U-16 Mulai 10 Desember, 1 Juta Akun Remaja Terdampak
Gangguan Jaringan Optus...
Gangguan Jaringan Optus Merenggut Tiga Nyawa di Australia
2 Ganda Putra Indonesia...
2 Ganda Putra Indonesia Ditarik dari Australian Open 2026
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved