Tiga Negara Ini Bakal Jadi Neraka di Dunia Jika Suhu Bumi Makin Panas 2 Derajat

Kamis, 12 Oktober 2023 - 06:21 WIB
loading...
Tiga Negara Ini Bakal...
Kenaikan suhu bumi dua derajat dari level pra-industri akan membuat tiga wilayah di India, Pakistan, dan China jadi lokasi yang sudah buat tinggal. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Penelitian yang dilakukan oleh Penn State College of Health Development, Purdue University College Sciences, dan Purdue Institute for a Sustainable Future memberikan gambaran yang mengerikan mengenai pemanasan ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Penelitian berjudul Proceedings of the National Academy of Sciences, dikutip Eureka Alert, Kamis (11/10) ini, menyebutkan bahwa peningkatan suhu Bumi satu derajat dari suhu normal setiap tahun akan membuat miliaran masyarakat Bumi terpapar panas dan tidak dapat mendinginkan diri secara alami.

Mereka mengatakan manusia hanya bisa bertahan dari kondisi panas dan kelembapan dalam tingkat tertentu. Apabila kondisi panas yang terjadi melebihi kemampuan adaptasi maka masalah akan terjadi mulai dari serangan panas hingga serangan jantung.

"Miliaran orang akan jadi korban," tulis laporan tersebut.

Dalam laporan itu juga disebutkan ada tiga negara yang akan mengalami mimpi buruk jika pemanasan ekstrem terjadi. Terutama jika pemanasan itu naik dua derajat Celcius di atas suhu pra-industri.

Tiga Negara Ini Bakal Jadi Neraka di Dunia Jika Suhu Bumi Makin Panas 2 Derajat

Diketahui pada 2015, sebanyak 196 negara di dunia telah menandatangani Paris Agreement. Perjanjian itu berupa upaya setiap negara untuk menjaga kenaikan temperatur Bumi 1,5 derajat di atas level pra-industri.

Lalu bagaimana jika hal itu tidak bisa terjadi mengingat kondisi panas ekstrem yang terjadi belakangan ini benar-benar luar biasa? Hasil studi menunjukkan bahwa kondisi itu akan mengakibatkan wilayah di Pakistan, India, dan China tidak bisa dijadikan tempat hidup. Sebanyak 2,2 miliar penduduk di tiga negara itu akan terdampak besar dari kondisi itu.

Dampaknya makin meluas lagi jika pemanasan Bumi mencapai tiga derajat Celcius dari standar suhu pra-industri. Beberapa wilayah yang akan sangat sulit dijadikan tempat tinggal, menurut penelitian itu, akan terjadi di Amerika Serikat bagian tengah seperti Florida, New York, Houston, dan Chicago. Berbagai negara di wilayah Amerika Selatan juga akan terkenda dampaknya.

Wilayah-wilayah itu akan mengalami gelombang panas dengan kelembapan tinggi. Gelombang panas dengan kelembapan yang lebih tinggi bisa lebih berbahaya karena udara tidak dapat menyerap kelembapan berlebih.

Hal itu membuat penguapan keringat dari tubuh manusia sangat terbatas. Yang menjadi masalah, kata para peneliti, wilayah-wilayah ini juga berada di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah, sehingga banyak orang yang terkena dampaknya mungkin tidak memiliki akses terhadap pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) atau cara efektif untuk mengurangi dampak negatif panas terhadap kesehatan.

Baca Juga: Pemanasan Global, Puncak Gunung Es Tertinggi di Prancis Mont Blanc Lenyap 2,22 Meter

"Kita akan lebih sering merasakan panas yang mematikan dan tak tertahankan. Jika suhu terus meningkat kita akan hidup di dunia yang mengalami kegagalan panen dan jutaan atau milyaran orang berusaha bermigrasi karena daerah asal mereka tidak dapat dihuni," tegas Daniel Vecellio salah satu peneliti dariPennState.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laporan Baru PBB: Dunia...
Laporan Baru PBB: Dunia Berada dalam Kondisi Kebangkrutan Air Global
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Panas Ekstrem di Spanyol...
Panas Ekstrem di Spanyol Jadi yang Terburuk di Eropa
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
Turki Catat Suhu Terpanas...
Turki Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah Mencapai 50,5 Derajat Celcius
Gelombang Panas Global...
Gelombang Panas Global Tercatat Melebihi Batas Normal
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Bakal Terseret jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved