Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Canggih Israel yang Gagal Cegat Serangan Roket Hamas

Senin, 09 Oktober 2023 - 12:11 WIB
loading...
Mengenal Iron Dome,...
Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang sangat penting bagi Israel. Sistem ini telah membantu melindungi Israel dari ribuan roket dan mortir yang ditembakkan kelompok militan Palestina. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Iron Dome milik Israel diklaim sebagai sistem pertahanan militer tercanggih di dunia. Berusia lebih dari 10 tahun, Iron Dome jadi benteng Israel terhadap serangan Hamas. Namun, sistem pertahanan rudal canggih itu akhirnya berhasil ditembus oleh Hamas.

Pejuang Hamas berhasil menemukan kelemahan dari Iron Dome . Caranya, mereka membakan 5.000 roket hanya dalam kurun waktu 20 menit ke berbagai kota di Israel dalam Operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.

Sistem pertahan rudal canggih Israel Ribuan roket itu tidak dirancang untuk bisa menahan ribuan roket sekaligus. Alhasil, roket-roket itu menghantam banyak gedung dan instalasi militer Israel.

Sesaat setelah serangan ribuan roket, ratusan milisi Hamas memasuki kota-kota Israel selatan melalui Jalur Gaza. Mereka mengumbar tembakan dan menculik ratusan orang. Dampaknya, korban tewas di Israel akibat Operasi Badai al-Aqsa Hamas sudah mencapai lebih dari 700 orang.

Mengenal Iron Dome
Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Canggih Israel yang Gagal Cegat Serangan Roket Hamas

Sistem Iron Dome dirancang oleh perusahaan pertahanan Amerika dan kontraktor pertahanan Israel Rafael Advanced Defense Systems. Sistem tersebut memiliki tiga baterai yang beroperasi di Israel, dengan tambahan satu baterai dipersiapkan untuk ditempatkan di Laut Mediterania. Tiap baterai terdiri dari radar, sistem pemandu, dan 20 rudal interceptor.

Rudal interceptor memiliki jangkauan hingga 70 kilometer.

Iron Dome akan mendeteksi dengan mencegat serangan jarak pendek, mulai roket, artileri, hingga mortir dalam segala kondisi cuaca lewat rudal pencegat.
Iron Dome punya 3 bagian. Ada radar canggih yang akan mendeteksi ancaman yang hingga jarak 4 kilometer-70 kilometer.

Kemudian, unit bergerak yang bisa menampung 20 roket Tamir untuk mencegah serangan yang masuk dengan jangkauan hingga 155 kilometer.

Kegagalan Iron Dome
Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Canggih Israel yang Gagal Cegat Serangan Roket Hamas

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang sangat efektif dalam mencegah serangan roket dan mortir. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan Iron Dome gagal mencegah serangan Hamas.

1. Jumlah roket yang ditembakkan

Iron Dome memiliki tingkat keberhasilan hingga 90% dalam mencegat roket dan mortir. Namun, jumlah roket yang ditembakkan Hamas dalam serangan-serangan terakhirnya sangat banyak, sehingga Iron Dome tidak dapat mencegat semuanya. Diklaim Hamas menembakkan 5.000 roket dalam waktu 20 menit.

2. Jenis roket yang digunakan

Hamas menggunakan berbagai jenis roket, termasuk roket Qassam yang sederhana dan roket Grad yang lebih canggih. Iron Dome lebih efektif dalam mencegat roket Qassam, tetapi roket Grad lebih sulit dicegat.

3. Kondisi cuaca

Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kemampuan Iron Dome. Cuaca buruk, seperti hujan lebat atau kabut tebal, dapat membuat radar Iron Dome sulit mendeteksi roket.

4. Keberhasilan Hamas dalam menghindari sistem pertahanan udara Israel

Hamas telah berhasil mengembangkan berbagai taktik untuk menghindari sistem pertahanan udara Israel. Misalnya, Hamas menggunakan roket yang diluncurkan dari kendaraan bergerak, sehingga sulit dilacak oleh radar.

Berikut adalah beberapa contoh kegagalan Iron Dome dalam mencegah serangan Hamas:

1. Pada Mei 2021, Hamas menembakkan lebih dari 4.000 roket ke Israel dalam waktu dua minggu. Iron Dome berhasil mencegat sekitar 90% roket tersebut, tetapi 10% roket berhasil mencapai targetnya dan menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
Sirine Meraung di Tel...
Sirine Meraung di Tel Aviv, Israel Akui Gagal Cegat Rudal Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved