Pentagon Ternyata Masih Hidupkan Program Berburu UFO

Selasa, 04 Agustus 2020 - 06:36 WIB
loading...
Pentagon Ternyata Masih...
Salah satu video yang diungkap Pentagon tentang keberadaan UFO di Amerika Serikat. Foto/ist
A A A
WASHINGTON - Pencarian Pemerintah AS untuk benda terbang tak dikenal/ unidentified flying object (UFO) masih berlangsung. Ini merupakan bagian dari program yang disebut Satuan Tugas Fenomena Udara Aerial (UAPTF) yang beroperasi di bawah Kantor Intelijen Angkatan Laut AS, menurut laporan Komite Senat baru-baru ini. (Baca juga: Video, Pemburu Alien Berhasil Abadikan 'Armada UFO' di Langit Utah )

Agensi ini tampaknya telah memikul tanggung jawab kelompok Pentagon pemburu UFO lain yang konon dibubarkan pada 2012. The New York Times melaporkan, temuan UAPTF dapat dipublikasikan dalam enam bulan ke depan.

Sementara hasil investigasi UAPTF diklasifikasikan rahasia, briefing yang disampaikan kepada perwakilan Departemen Pertahanan pada bulan Maret oleh mantan konsultan untuk program UFO menyebutkan, pengambilan dari "kendaraan off-world yang tidak dibuat di bumi ini," seperti dilaporkan Times. Terlepas dari klaim ini, bukti dugaan teknologi luar angkasa masih belum diproduksi.

UFO juga kadang-kadang disebut fenomena udara tak dikenal (UAP). Ini merupakan objek yang tidak dapat dengan mudah dijelaskan. Tujuan utama dari agen militer yang menyelidiki UFO bukanlah untuk menemukan alien yang cerdas, tapi untuk menentukan apakah benda-benda misterius ini menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika.

Laman Space.com melaporkan, program perintis seperti Proyek Buku Biru Angkatan Udara dan Komite Investigasi Nasional untuk Fenomena Udara (NICAP) telah berfokus pada penampilan UFO di AS dari tahun 1950 hingga 1980-an. Sementara Program Identifikasi Ancaman Aerospace Lanjutan Aerospace Pentagon (AATIP) dibentuk pada 2007 dan diduga menghentikan operasi pada 2012 ketika anggarannya ditarik, seperti dilaporkan Live Science sebelumnya.

Tapi kenyataannya pencarian Pentagon untuk UFO tidak berakhir pada 2012. Perwakilan dari Departemen Pertahanan baru-baru ini mengonfirmasi bahwa perburuan UFO masih aktif pada 2017 dan berlanjut hingga hari ini di bawah UAPTF, menurut Times.

Komite Intelijen Senat AS membahas kegiatan UAPTF pada bulan Juni, dalam Undang-Undang Otorisasi Intelijen mereka untuk Tahun Anggaran 2021. Hal ini membawa lembaga investigasi UFO ke ruang publik. RUU komite berupaya mengatur pelacakan, organisasi, dan aksesibilitas informasi terkait UFO yang dikumpulkan oleh satuan tugas. Ini akan mencakup rilis laporan publik "yang disampaikan dalam bentuk yang tidak rahasia" dalam waktu 180 hari dari berlakunya RUU tersebut. (Baca juga: Jaga Anak dari Kejahatan Siber )

"Komite memahami bahwa intelijen yang relevan mungkin sensitif; namun, komite menemukan bahwa berbagi informasi dan koordinasi di seluruh komunitas intelijen tidak konsisten," tulis anggota komite dalam RUU tersebut.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Rekomendasi
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved