Gara-gara FOMO, 4 dari 5 Konsumen Berpotensi Tertipu Transaksi Online
Rabu, 04 Oktober 2023 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, disusul produk gaming. Banting harga fantastis menjadi alasan utama warga tergiur untuk checkout, terlihat dari 2 dari 3 visitor tergiur checkout laptop gaming seharga Rp30 juta yang dibanting menjadi Rp8 juta rupiah.
Bahkan tingkat ke-FOMO-an warga melonjak nyaris 80% dengan tambahan info promo berlaku ‘cuma hari ini aja’ pada materi iklan. Adapun, dari 7% visitor yang lebih berhati-hati mengungkap dua alasan utama mereka mantap tidak checkout, yakni tidak yakin produk yang ditawarkan orisinal dan tokonya dipandang tidak meyakinkan.
Berdasarkan data simulasi Vomoshop, sebanyak 71% korban FOMO sudah mengetahui bahaya transaksi ke rekening pribadi namun tetap dilakukan.
Melansir penilaian berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), skor Indonesia pada 2022 sebesar 64,48 dari skala 1-100. “Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan dan terus menjadi isu nasional yang butuh perhatian dari berbagai pihak. Pilar-pilar literasi digital masih perlu dikuatkan. Termasuk digital safety. Contohnya kesadaran perlindungan dan keamanan data diri. Sehingga masyarakat Indonesia bisa lebih cermat dan bijak dalam berbelanja online di era transformasi digital saat ini,” ujar Septriana.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata Edit Prima juga menyebut bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi lonjakan kejahatan siber.
Bahkan tingkat ke-FOMO-an warga melonjak nyaris 80% dengan tambahan info promo berlaku ‘cuma hari ini aja’ pada materi iklan. Adapun, dari 7% visitor yang lebih berhati-hati mengungkap dua alasan utama mereka mantap tidak checkout, yakni tidak yakin produk yang ditawarkan orisinal dan tokonya dipandang tidak meyakinkan.
Berdasarkan data simulasi Vomoshop, sebanyak 71% korban FOMO sudah mengetahui bahaya transaksi ke rekening pribadi namun tetap dilakukan.
Kurangnya Literasi
Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo RI mengakui terlepas tingginya minat belanja online, tapi literasi masyarakat terhadap digital masih cukup rendah.Melansir penilaian berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), skor Indonesia pada 2022 sebesar 64,48 dari skala 1-100. “Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan dan terus menjadi isu nasional yang butuh perhatian dari berbagai pihak. Pilar-pilar literasi digital masih perlu dikuatkan. Termasuk digital safety. Contohnya kesadaran perlindungan dan keamanan data diri. Sehingga masyarakat Indonesia bisa lebih cermat dan bijak dalam berbelanja online di era transformasi digital saat ini,” ujar Septriana.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata Edit Prima juga menyebut bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi lonjakan kejahatan siber.
Lihat Juga :