Dampak Kenaikan Suhu Musim Panas, Bunga Menyebar di Antartika
Selasa, 26 September 2023 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Tingkat pertumbuhan meningkat sebesar 20% atau lebih dari tahun 2009 hingga 2018. Di antaranya tanaman berbunga seperti rumput rambut Antartika (Deschampsia antarctica) dan lumut mutiara Antartika (Colobanthus quitensis).
Baca juga; Dampak Kenaikan Suhu, Antartika Mulai Berubah Jadi Hijau
Pada akhir abad ini, beberapa model memperkirakan akan ada peningkatan tiga kali lipat lahan bebas es di Antartika yang dapat ditumbuhi tanaman. Jika vegetasi terus menyebar ke zona-zona ini, para peneliti khawatir hal ini akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati yang tidak dapat diperbaiki di Antartika.
“Kita tahu bahwa akan ada ribuan kilometer persegi kawasan bebas es baru dan suhu yang lebih hangat serta ketersediaan air tambahan akan menciptakan habitat baru. Ini tidak menguntungkan spesies lainnya,” jelas Jasmine Lee, ahli biologi konservasi di Survei Antartika Inggris.
Para ilmuwan di seluruh dunia kini bekerja secepat mungkin untuk memahami habitat Antartika di masa lalu dan masa kini sehingga mereka dapat mencoba melestarikannya untuk masa depan. Studi tentang gelombang panas Antartika dipublikasikan di Geophysical Research Letters.
Baca juga; Dampak Kenaikan Suhu, Antartika Mulai Berubah Jadi Hijau
Pada akhir abad ini, beberapa model memperkirakan akan ada peningkatan tiga kali lipat lahan bebas es di Antartika yang dapat ditumbuhi tanaman. Jika vegetasi terus menyebar ke zona-zona ini, para peneliti khawatir hal ini akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati yang tidak dapat diperbaiki di Antartika.
“Kita tahu bahwa akan ada ribuan kilometer persegi kawasan bebas es baru dan suhu yang lebih hangat serta ketersediaan air tambahan akan menciptakan habitat baru. Ini tidak menguntungkan spesies lainnya,” jelas Jasmine Lee, ahli biologi konservasi di Survei Antartika Inggris.
Para ilmuwan di seluruh dunia kini bekerja secepat mungkin untuk memahami habitat Antartika di masa lalu dan masa kini sehingga mereka dapat mencoba melestarikannya untuk masa depan. Studi tentang gelombang panas Antartika dipublikasikan di Geophysical Research Letters.
(wib)
Lihat Juga :