Menakjubkan, Astronot di ISS Amati Amukan Badai Nigel Berkecepatan 100 Km/Jam
Minggu, 24 September 2023 - 19:02 WIB
loading...
Astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menyaksikan amukan badai Nigel yang melintasi Samudra Atlantik. Foto/NASA
A
A
A
FLORIDA - Astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menyaksikan amukan badai Nigel yang melintasi Samudra Atlantik dengan kecepatan 22 km/jam. Badai tersebut diperkirakan tidak akan mencapai daratan Amerika Serikat (AS), namun akan membawa banyak hujan selama akhir pekan.
Astronot dan satelit melacak Badai Nigel dari luar angkasa saat badai tersebut melintasi Samudra Atlantik. Badai tersebut naik ke status Kategori 2 pada Selasa 19 September 2023 saat bergerak dari utara-barat laut dengan kecepatan 22 km/jam melintasi Samudra Atlantik.
Kecepatan angin tertinggi Badai Nigel mencapai 160 km/jam. Para astronot di ISS bersama beberapa satelit pengamat Bumi, mengamati dengan cermat jalur Badai Nigel yang berputar di atas perairan laut.
Baca juga; Pantau Badai, Astronot ISS Terkejut Melihat Fenomena Ini di Pulau Sumatera
Satelit GOES-East NOAA menyaksikan Badai Nigel – badai keenam pada musim badai ini – berputar di atas Samudera Atlantik antara 19 September dan 20 September. Citra satelit menangkap pemandangan udara dari mata badai yang sangat besar dan awan yang berputar secara rumit sebagai dua fitur ini memicu sistem badai.
Astronot dan satelit melacak Badai Nigel dari luar angkasa saat badai tersebut melintasi Samudra Atlantik. Badai tersebut naik ke status Kategori 2 pada Selasa 19 September 2023 saat bergerak dari utara-barat laut dengan kecepatan 22 km/jam melintasi Samudra Atlantik.
Kecepatan angin tertinggi Badai Nigel mencapai 160 km/jam. Para astronot di ISS bersama beberapa satelit pengamat Bumi, mengamati dengan cermat jalur Badai Nigel yang berputar di atas perairan laut.
Baca juga; Pantau Badai, Astronot ISS Terkejut Melihat Fenomena Ini di Pulau Sumatera
Satelit GOES-East NOAA menyaksikan Badai Nigel – badai keenam pada musim badai ini – berputar di atas Samudera Atlantik antara 19 September dan 20 September. Citra satelit menangkap pemandangan udara dari mata badai yang sangat besar dan awan yang berputar secara rumit sebagai dua fitur ini memicu sistem badai.
Lihat Juga :