Urban Farming Solusi Bertani di Lahan Sempit dan Padat Penduduk
Selasa, 12 September 2023 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Hasil panen sayur dan buah yang bagus membuat kelompok ini terus meningkatkan hasil bercocok tanam. Beberapa sayuran dan buah dibuat olahan lanjutan seperti jus dan lain-lain.
Baca juga; Inovasi Urban Farming dengan Teknologi Internet ala Mahasiswa Universitas Pertamina
Pengembangan urban farming secara terpadu dan berkelanjutan juga memiliki nilai kesehatan, edukasi, dan wisata. Padatnya wilayah perkotaan karena banyaknya pemukiman, kendaraan, dan fasilitas umum membuat pencemaran semakin meningkat.
Adanya urban farming akan menjadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin bertambah dan mengurangi polusi yang ada. Selain itu, adanya RTH juga dimanfaatkan untuk daya tarik berwisata dan sarana edukasi bagi masyarakat.
Untuk itu, Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI berharap program BRInita mendukung kelestarian lingkungan, khususnya wilayah padat penduduk. “Jadi lewat program BRInita diharapkan mendorong perbaikan ekosistem lingkungan agar bermanfaat bagi masyarakat di permukiman padat penduduk,” katanya.
Baca juga; Inovasi Urban Farming dengan Teknologi Internet ala Mahasiswa Universitas Pertamina
Pengembangan urban farming secara terpadu dan berkelanjutan juga memiliki nilai kesehatan, edukasi, dan wisata. Padatnya wilayah perkotaan karena banyaknya pemukiman, kendaraan, dan fasilitas umum membuat pencemaran semakin meningkat.
Adanya urban farming akan menjadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin bertambah dan mengurangi polusi yang ada. Selain itu, adanya RTH juga dimanfaatkan untuk daya tarik berwisata dan sarana edukasi bagi masyarakat.
Untuk itu, Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI berharap program BRInita mendukung kelestarian lingkungan, khususnya wilayah padat penduduk. “Jadi lewat program BRInita diharapkan mendorong perbaikan ekosistem lingkungan agar bermanfaat bagi masyarakat di permukiman padat penduduk,” katanya.
(wib)
Lihat Juga :