Jika Tak Dibeli AS, TikTok Bisa Musnahkan YouTube dan Facebook?

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 19:47 WIB
loading...
Jika Tak Dibeli AS,...
Aplikasi buatan China TikTok. FOTO/ IST
A A A
CUPERTINO - Ketakutan Amerika Serikat terhadap aplikasi buatan China memanglah cukup beralasan, apalagi selain aplikasi ini dituding sebagai mata-mata China, TikTok jika dibiarkan mengancam teknologi AS seperti Facebook dan Youtube.

BACA JUGA - Sepelekan Trump, China Yakin AS Tak Sanggup Membeli TikTok


TikTok mencatatkan lonjakan pendapatan 10 kali lipat sepanjang bulan April 2020. Dengan total peningkatan pemasukan sebesar 78 juta dolar AS, capaian perusahaan rintisan ByteDance Ltd. tersebut melampaui platform lain seperti YouTube, Tinder hingga Netflix.

TikTok, seperti dilaporkan data Sensor Tower, bahkan dinobatkan sebagai aplikasi gawai dengan pendapatan terbesar di dunia, di luar kategori game dan periklanan.

Tren yang dialami TikTok merupakan kecenderungan yang wajar. Pasalnya, di saat bersamaan platform asal China yang punya kemiripan dengan mereka, Douyin juga mengalami peningkatan pendapatan sebesar 86,6 persen. BACA JUGA - Paksa Beli TikTok, Trump Minta Microsoft Jangan Kasih Napas Aplikasi China

Bloomberg menyebut porsi terbesar pendapatan TikTok berasal dari ongkos pengiklan. Statistik ini sepadan dengan laporan sejumlah perusahaan survei platform daring yang menyebut peningkatan pengiklan di AS sepanjang pandemi bisa menyentuh 17,3 persen sevara year on year.

Facebook tentu tak senang bila disalip oleh pesaing. Untuk mengalahkan hanya ada dua cara yang dilakukan Facebook. Pertama menciptakan fitur yang sama dengan pesaingnya. Contohnya fitur Instagram yang dibuat mirip dengan Snapchat.

Kedua, dengan aplikasi baru sejenis. Untuk menyaingi TikTok, Facebook meluncurkan aplikasi Lasso. Bentuknya sama-sama sebagai aplikasi video pendek. Aplikasi ini diluncurkan pada 2018 lalu.

Saat ini Lasso baru tersedia AS)dan Meksiko. Pada kuartal I-2020, Lasso dikabarkan akan meluncur di India. Ini menjadi persaingan langsung karena TikTok sangat berjaya di India.

Untuk mempromosikan Lasso, Facebook dikabarkan akan menggaet para influenser dan selebritas. Facebook bahkan berapa membayar lebih mahal dari yang ditawarkan TikTok, seperti dikutip dari Hindustan Times.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Rekomendasi
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved