5 Fakta Huawei Mate 60 Pro yang Bikin Geram Amerika Serikat dan Terancam Diboikot

Rabu, 13 September 2023 - 10:14 WIB
loading...
5 Fakta Huawei Mate...
Huawei Mate 60 Pro ditenagai chipset Kirin 9000S yang menjadi salah satu perhatian Amerika Serikat. Foto/Twitter Android Authority
A A A
JAKARTA - Huawei Mate 60 Pro menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Smartphone tersebut secara mendadak hadir di pasaran tanpa adanya promosi atau teaser dari perusahaan.

Tak hanya itu, sorotan juga mengarah terhadap chipset yang digunakan Huawei Mate 60 Pro. Dalam hal ini, Amerika Serikat (AS) curiga pembuat Kirin 9000S yang merupakan mitra Huawei, yaitu Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) telah menggunakan teknologi tanpa izin.

Baca Juga Mengenal Chip 7nm Buatan China pada Ponsel Huawei yang Dilarang di AS

Lebih jauh, berikut sejumlah fakta Huawei Mate 60 Pro yang banyak menuai sorotan.

Fakta Huawei Mate 60 Pro


1. Dibekali Chipset Kirin 9000S


Huawei Mate 60 Pro ditenagai chipset Kirin 9000S. Komponen canggih ini menjadi salah satu perhatian Amerika Serikat karena mengetahui pihaknya telah memblokir akses Huawei untuk membeli teknologi jaringan 5G guna mengembangkan ponsel mumpuni.

Mengutip GSMArena, bekal chipset canggih Kirin 9000S akan berpadu dengan RAM 12GB serta tiga opsi penyimpanan internal. Masing-masing adalah 256GB, 512GB, dan 1TB.

2. Layar 6,82 inci dan 3 Kamera Belakang


Huawei Mate 60 Pro menghadirkan desain layar LTPO OLED berukuran 6,82 inci dan resolusi 1212 x 2616 piksel. Bersama refresh rate 120 Hz, layarnya juga dilindungi Huawei Kunlun Glass 2.

Baca Juga Huawei Luncurkan Mate X5 dan Mate 60 Pro+ di Tengah Kontroversi 5G

Beralih ke kamera, ponsel baru dari Huawei ini memiliki tiga kamera belakang. Masing-masing adalah kamera utama 50 MP, telephoto 48 MP, serta ultrawide 12 MP.

3. Baterai Kapasitas Besar


Pada bagian baterainya, Huawei Mate 60 Pro dibekali Li-Po 5000 mAh non-removable. Baterai diklaim bisa terisi penuh hanya dalam waktu 30 menit saja.

4. Harga


Pada pilihan warna, Huawei Mate 60 Pro sementara hadir dalam pilihan hitam, putih, hijau, dan ungu. Sedangkan untuk harganya sendiri, ponsel ini dijual dengan harga 6.999 yuan atau sekitar Rp14,7 juta.

5. Menjadi Sorotan AS


Salah satu hal yang disorot Amerika Serikat dalam perangkat Huawei Mate 60 Pro adalah bagian chipset. Melihat ke belakang, Presiden Donald Trump tahun 2018 mengumumkan kebijakan untuk melarang perusahaan AS menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dari pihak yang dianggap ancaman nasional.

Saat itu, kebijakan Trump secara tidak langsung ditujukan kepada Huawei. Beberapa waktu setelahnya, Departemen Perdagangan memasukkan Huawei bersama para afiliasinya dalam daftar hitam yang dilarang membeli suku cadang dan komponen dari perusahaan AS.

Kehadiran chipset Kirin 9000S membuat pemerintah Amerika Serikat (AS) curiga. Bagaimana bisa mereka membuat sendiri chip tersebut padahal telah ada aturan pemblokiran.

Lebih jauh, pihak AS menduga bahwa pembuat Kirin 9000S yang merupakan mitra Huawei, yaitu Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), menggunakan teknologi tanpa izin.

Itulah sejumlah fakta tentang Huawei Mate 60 Pro yang bikin geram AS dan terancam diboikot.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Rekomendasi
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Berita Terkini
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved