Apa yang Membungkus Mumi, hingga Awet Berabad-abad?
Selasa, 12 September 2023 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Adapun organ tubuh dikeluarkan dan bagian tubuh lainnya dibersihkan menggunakan campuran rempah-rempah. Jasad kemudian ditaburi natron atau garam khusus mumifikasi dan dibiarkan mengering selama 40 hari. Setelahnya, jasad dibungkus berlapis dengan kain linen. Selain itu, terdapat pula kain berbahan resin yang berfungsi melindungi dari kelembapan. Terakhir, mumi ditaruh di peti mati yang disegel.
Kain linen yang digunakan oleh orang-orang Mesir kuno terbuat dari tanaman rami. Kain ini terkenal akan kekuatannya dan semakin kuat saat dalam kondisi basah. Kandungan pektin rami yang sangat tinggi dapat menghasilkan lem apabila tercampur dengan air. Karenanya, linen dapat membusuk jauh lebih lambat dibandingkan serat lainnya. Tak heran jika kain linen dari era Mesir kuno masih sering ditemukan dengan kondisi utuh.
Baca Juga: Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Di sisi lain, orang Mesir sangat percaya bahwa tubuh harus terlihat sedekat mungkin dengan kehidupan jika ingin sampai ke akhirat. Kain linen sengaja dipilih untuk membalut mumi karena kekuatannya yang mampu menjaga jasad tetap utuh, seperti keadaan tubuh saat hidup.
Kain linen yang digunakan oleh orang-orang Mesir kuno terbuat dari tanaman rami. Kain ini terkenal akan kekuatannya dan semakin kuat saat dalam kondisi basah. Kandungan pektin rami yang sangat tinggi dapat menghasilkan lem apabila tercampur dengan air. Karenanya, linen dapat membusuk jauh lebih lambat dibandingkan serat lainnya. Tak heran jika kain linen dari era Mesir kuno masih sering ditemukan dengan kondisi utuh.
Baca Juga: Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Di sisi lain, orang Mesir sangat percaya bahwa tubuh harus terlihat sedekat mungkin dengan kehidupan jika ingin sampai ke akhirat. Kain linen sengaja dipilih untuk membalut mumi karena kekuatannya yang mampu menjaga jasad tetap utuh, seperti keadaan tubuh saat hidup.
(msf)
Lihat Juga :