Mengenal Apa Itu PM2.5 yang Dikaitkan dengan Masalah Polusi Udara
Selasa, 12 September 2023 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa hal yang menyebabkan adanya PM2.5 ini utamanya adalah asap dari kendaraan bermotor, selain itu ada pula penyebab lain seperti asap rokok, pembakaran pembangkit listrik, spora tumbuhan, hingga pembakaran kayu atau kompor.
Disebutkan bahwa pasien dengan penyakit pernapasan merupakan penyebab sebagian besar kematian non-kecelakaan yang disebabkan oleh polusi udara.
Hal itu disebabkan karena materi partikulat mengandung padatan atau tetesan cairan mikroskopis yang sangat kecil, sehingga bila terhirup dalam jumlah banyak maka partikel itu akan menumpuk dalam tubuh manusia.
Baca Juga: Teknologi Sistem Nirkabel Dinilai Bisa Kurangi Polusi Udara
Partikel berukuran 2.5 mikrometer ini bisa saja masuk ke dalam paru-paru atau bahkan peredaran darah. Apabila partikel tersebut masuk ke mata, maka bisa menyebabkan pengurangan jarak pandang.
PM2.5 juga bertanggung jawab atas munculnya beberapa penyakit kronis seperti bronkitis, kanker paru-paru, lemah jantung, gangguan otak, diabetes, stroke, hingga jantung koroner.
Dampak PM2.5
Dalam “Studi Enam Kota Harvard”, yang diterbitkan pada 1996, mengungkapkan bahwa PM2.5 adalah salah satu faktor penyebab kematian manusia.Disebutkan bahwa pasien dengan penyakit pernapasan merupakan penyebab sebagian besar kematian non-kecelakaan yang disebabkan oleh polusi udara.
Hal itu disebabkan karena materi partikulat mengandung padatan atau tetesan cairan mikroskopis yang sangat kecil, sehingga bila terhirup dalam jumlah banyak maka partikel itu akan menumpuk dalam tubuh manusia.
Baca Juga: Teknologi Sistem Nirkabel Dinilai Bisa Kurangi Polusi Udara
Partikel berukuran 2.5 mikrometer ini bisa saja masuk ke dalam paru-paru atau bahkan peredaran darah. Apabila partikel tersebut masuk ke mata, maka bisa menyebabkan pengurangan jarak pandang.
PM2.5 juga bertanggung jawab atas munculnya beberapa penyakit kronis seperti bronkitis, kanker paru-paru, lemah jantung, gangguan otak, diabetes, stroke, hingga jantung koroner.
(dan)
Lihat Juga :