Harta Karun Lithium Terbesar di Dunia Ditemukan, Tepat di Bawah Gunung Berapi Purba
Senin, 11 September 2023 - 22:45 WIB
loading...
A
A
A
Letusan dan keruntuhannya meninggalkan patahan dan retakan, sehingga lithium merembes ke permukaan. Proses intens ini mengubah mineral yang disebut smektit menjadi ilit, yang terkadang dapat diproses menjadi lithium.
Mereka menyoroti bahwa lithium tidak tersebar merata di kaldera. Zona kaya litium hanya teridentifikasi di bagian selatan kaldera di sekitar Thacker Pass dan di utara di Pegunungan Montana.
Baca juga; 5 Perbedaan Baterai Lithium-ion dan Sodium-ion di Mobil Listrik
Kini Lithium Americas Corporation telah mengetahui bagaimana dan di mana endapan kaya lithium kemungkinan besar terbentuk, Jadi mereka dapat meningkatkan upaya penambangan di wilayah tersebut.
“Itu sangat membantu untuk mengubah strategi eksplorasi. Sekarang kami tahu bahwa kami harus tetap berada di kawasan Thacker Pass jika kami ingin menemukan dan menambangnya,” kata Tom Benson, dari Universitas Columbia dan Lithium Americas Corporation, kepada Popular Science.
![Harta Karun Lithium Terbesar di Dunia Ditemukan, Tepat di Bawah Gunung Berapi Purba]()
Kelayakan dan dampak pemanenan logam ini menjadi pertanyaan besar. Lithium, bersama dengan kobalt, adalah salah satu bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat baterai isi ulang, seperti pada mobil listrik serta ponsel cerdas dan laptop.
Mereka menyoroti bahwa lithium tidak tersebar merata di kaldera. Zona kaya litium hanya teridentifikasi di bagian selatan kaldera di sekitar Thacker Pass dan di utara di Pegunungan Montana.
Baca juga; 5 Perbedaan Baterai Lithium-ion dan Sodium-ion di Mobil Listrik
Kini Lithium Americas Corporation telah mengetahui bagaimana dan di mana endapan kaya lithium kemungkinan besar terbentuk, Jadi mereka dapat meningkatkan upaya penambangan di wilayah tersebut.
“Itu sangat membantu untuk mengubah strategi eksplorasi. Sekarang kami tahu bahwa kami harus tetap berada di kawasan Thacker Pass jika kami ingin menemukan dan menambangnya,” kata Tom Benson, dari Universitas Columbia dan Lithium Americas Corporation, kepada Popular Science.

Kelayakan dan dampak pemanenan logam ini menjadi pertanyaan besar. Lithium, bersama dengan kobalt, adalah salah satu bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat baterai isi ulang, seperti pada mobil listrik serta ponsel cerdas dan laptop.
Lihat Juga :