Microsoft Tuduh Agen China Gunakan Foto AI untuk Kelabui Pemilih AS

Jum'at, 08 September 2023 - 13:54 WIB
loading...
Microsoft Tuduh Agen...
Analisis Microsoft menyebutkan bahwa agen China menggunakan AI generatif untuk membuat konten viral yang memecah-belah pemilih Amerika Serikat (AS) di media sosial. Foto/Youtube
A A A
WASHINGTON - Analisis Microsoft menyebutkan bahwa agen China menggunakan AI generatif untuk membuat konten viral yang memecah-belah pemilih Amerika Serikat (AS) di media sosial. Para analis dari AS mengingatkan untuk waspada terhadap ancaman digital dari China dan Korea Utara yang semakin canggih.

Analis Microsoft menyebutkan sejak Maret 2023 agen mata-mata China menggunakan foto AI untuk mengelabui pemilih AS dan membuat mereka saling bermusuhan. Microsoft memperingatkan akun media sosial yang berafiliasi dengan Partai Komunis China, yang akan memposting gambar yang dihasilkan AI seperti poster Black Lives Matter.

“Kami telah mengamati aktor-aktor yang berafiliasi dengan China memanfaatkan media visual yang dihasilkan AI dalam kampanye luas. Sebagian besar berfokus pada topik-topik yang memecah belah secara politik, seperti kekerasan senjata, dan merendahkan tokoh dan simbol politik AS,” tulis Clint Watts, Manajer Umum Microsoft Threat Pusat Analisis dikutip dari laman Businessinsider, Jumat (8/9/2023).

Baca juga; Dua Agen China Didakwa di AS karena Targetkan Oposisi Beijing di Amerika

Microsoft mencontohkan penggunaan poster Patung Liberty yang dibuat oleh AI sambil memegang senapan serbu, bersama dengan teks "Dewi Kekerasan". Analis Microsoft mengatakan itu diposting oleh akun yang dicurigai dijalankan sebagai operasi pengaruh China.

“Konten visual yang relatif berkualitas tinggi ini telah menarik tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dari pengguna media sosial asli,” para analis memperingatkan.

Mereka menambahkan bahwa gambar-gambar baru ini lebih menarik perhatian, dan para pemilih AS sebenarnya mem-posting ulang gambar-gambar tersebut. Meskipun gambar-gambar tersebut mengandung “indikator umum generasi AI,” seperti lebih dari lima jari di tangan.

Analis Microsoft mengakui saat ini semakin sulit untuk mengatakan bahwa akun-akun tersebut tidak asli. Namun, ada tanda-menurut Microsoft. Banyak dari agen ini mulai memposting dalam bahasa Mandarin, kemudian beralih ke bahasa lain.

Baca juga; Jadi Agen Mata-mata China, Perwira Polisi New York Ditangkap FBI

Akun-akun tersebut akan membuat postingan, lalu berkomentar, menyukai, dan berbagi postingan dari akun serupa lainnya. Kondisi ini menciptakan pola di mana mereka akan saling meningkatkan konten satu sama lain.

“Kami memperkirakan China akan terus menyempurnakan teknologi ini seiring berjalannya waktu. Meskipun masih harus dilihat bagaimana dan kapan China akan menerapkannya dalam skala besar,” tulis Watts.

Menanggapi laporan Microsoft, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington DC, Liu Pengyu, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa media barat dan lembaga pemikir menuduh China menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan media sosial palsu. Tujuannya untuk mencampuri politik AS

“Tuduhan itu penuh prasangka dan spekulasi jahat China. Sikap itu jelas ditentang keras pemerintah China,” katanya.

Baca juga; Pemimpin Lembaga Riset AS Dituding sebagai Agen China

Pada bulan Juli, firma riset keamanan siber Mandiant mengatakan telah menemukan agen yang berafiliasi dengan China membayar orang-orang di Washington DC, untuk memprotes larangan pemerintah AS terhadap barang-barang yang diproduksi di wilayah Xinjiang. “Video protes mereka kemudian "diperkuat" oleh akun media sosial yang digunakan oleh para pelaku,” tambah Mandiant.

Pada tanggal 29 Agustus, Meta juga memperingatkan kampanye pengaruh China yang menyebarkan informasi palsu dan melibatkan lebih dari 7.700 akun Facebook, 950 halaman Facebook, 15 grup Facebook, dan 15 akun Instagram. Perusahaan media sosial terkenal itu mengatakan telah menghapus semuanya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Berita Terkini
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved