Dorong Daun Kelor Mendunia, Unej Ciptakan Alat Pengering untuk Petani Madura

Senin, 04 September 2023 - 14:47 WIB
loading...
Dorong Daun Kelor Mendunia,...
Percepat produksi produk turunan kelor, alat pengering buatan Faperta Unej hanya butuh waktu 4 jam saja. (Foto: Dok Unej)
A A A
JAKARTA - Para petani di Desa Pakandangan Sangra, Kecamata Bluto, Sumenep, Madura, mendapat bantuan alat pengering daun kelor dari Universitas Jember (Unej).

Manfaat alat ini sungguh luar biasa lantaran mempercepat proses produksi turunan daun kelor seperti mie kelor, kerupuk kelor, emping dan rengginang, untuk bersaing di pasar global.

Dengan alat ciptaan Kelompok Riset (KeRis) MORINDEV Innovation and Development of Moringa Reseach Grub Universitas Jember (Unej) ini pula kandungan nutrisi daun kelor tidak hilang saat proses produksi.

Kelebihan alat ini adalah tidak bergantung sinar matahari. Selain itu, juga efisien lantaran proses pengeringan lebih cepat dibanding dengan penjemuran biasa menggunakan terik matahari serta daun kelor tidak terkontaminasi kotoran.

Baca Juga: Cara Menurunkan Kolesterol dengan Daun Kelor

"Kapasitas produksi pengeringan mencapai 8 kg per harinya, jika dengan suhu 60⁰C hanya butuh waktu 4 jam, jika diatur suhu 50⁰C hanya butuh waktu 5 jam, tinggal para petani dapat mengukur ritme produksi sesuai dengan kebutuhan, dan yang terpenting dengan alat pengering ini produk turunan kelor lebih higienis untuk dikonsumsi," ujar Djoko Soedjono, SP., MP., dosen Fakultas Pertanian Unej melalui siaran pers, Senin (4/9/2023).

Dekan Fakultas Peetanian Universitas Jember , Prof Soetriono mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan kepara para petani kelor dengan harapan Desa Bluto bisa menjadi pusat riset atau pusat produksi tanaman kelor dan turunannya di Pulau Madura. Produk turunan kelor harus terjaga kebersihan dan harus dijaga kadar nutrisi kelornya. Pasalnya, jika langsung dikeringkan diterik matahari kadar nutrisi kelor bisa berkurang.

"Saya berharap desa ini menjadi destinasi riset bagi para ilmuan yang membidanginya, dan menjadi destinasi edukasi masyarakat yang ada di Pulau Madura. Jika mau belajar tentang budidaya tanaman kelor ataupun produksi beserta turunannya dapat belajar langsung ke desa ini," kata Soetriono.
Sebelumnya Fakultas Pertani Universitas Jember juga telah menghibahkan alat penyuling daun kelor pada 22 Januari 2023 lalu.

Ketua Kelompok Tani Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Ahmad Nurdi, mengatakan, hibah alat ini sangat bermanfaat. Sebab, petani selama ini sangat kesulitan memproduksi produk-produk turunan kelor saat musim hujan.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Daun Kelor Bisa Mencegah Bayi Lahir Stunting

"Alat ini sangat bermanfaat sekali, apalagi kalau musim penghujan. Padahal permintaan produk-produk turunan kelor ini harus tetap dipenuhi. Yang kami produksi sekarang seperti mie kelor, kerupuk kelor, emping dan rengginang untuk oleh-oleh khas Pulau Madura," katanya.

Menurutnya, budidaya kelor ini harus ditingkatkan, karena masih sangat dibutuhkan oleh pasar dunia. Saat ini suplai kelor terbesar dunia hanya dari Indonesia dan India, itupun hanya mampu memenuhi 30 persen dari total kebutuhan. Sehingga potensinya masih terbuka luas.

Ahmad Nurdi juga berharap, ke depan petani dan pengusaha kelor di tempatnya bisa meniru inovasi membuat alat pengeringan kelor ini. Karena dengan dioven hasilnya lebih steril, aman dari debu.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sabun Daun Kelor, Inovasi...
Sabun Daun Kelor, Inovasi Ramah Lingkungan dari Pesisir Madura
Krisis Pangan Dunia...
Krisis Pangan Dunia Menghadang, Perlu Pembaruan Teknologi Pertanian
Inovatif, Mahasiswa...
Inovatif, Mahasiswa Unej Ciptakan Media Pembelajaran Literasi Sains Al-Qur'an
Inovatif, Gentong Pakan...
Inovatif, Gentong Pakan Lele Otomatis Karya Anak Bangsa
Intip Kursi Roda Pintar...
Intip Kursi Roda Pintar Karya Anak Bangsa, Bergerak dengan Sensor Suara 
XL Axiata Kuasai Mayoritas...
XL Axiata Kuasai Mayoritas Pasar di Madura, Trafik Naik hingga 83 Persen
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Rekomendasi
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved