SpaceX Luncurkan 13 Satelit Pelacak Rudal, AS Bangun Konstelasi Pertahanan di Orbit Bumi
Minggu, 03 September 2023 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
“Berdasarkan rencana tersebut, Angkatan Luar Angkasa akan memiliki ratusan satelit kecil, dan satelit-satelit baru yang diluncurkan setiap tahun untuk meningkatkan ketahanan dan kemampuan di orbit,” tulis Majalah Angkatan Udara dan Luar Angkasa pada akhir Maret.
Dari 13 satelit di dalam roket Falcon 9, terdiri dari 11 satelit relai data bagian dari 'Lapisan Transportasi' dan dua satelit 'Lapisan Pelacakan'. Sepuluh dari satelit komunikasi dibangun oleh Lockheed Martin dan satu oleh York Space.
Kedua satelit pelacak rudal tersebut dibangun oleh SpaceX. Setelah ditempatkan, satelit-satelit tersebut akan menjalani pemeriksaan dan bermanuver ke orbit operasional setinggi sekitar 620 mil atau 1.000 km.
Baca juga; AS Bikin Satelit Pendeteksi Rudal Hipersonik, China: Bisa Ngak Menghentikannya?
“Saya sangat senang dengan pengoperasian awal kelompok satelit pertama yang kami luncurkan. Satelit ini memberi kami kemampuan menyediakan tautan data taktis bagi militer di medan perang, penargetan di luar garis pandang, dan peringatan rudal atau pelacakan rudal canggih,” kata Derek Tournear, direktur SDA dikutip dari laman spaceflightnow.
Dari 13 satelit di dalam roket Falcon 9, terdiri dari 11 satelit relai data bagian dari 'Lapisan Transportasi' dan dua satelit 'Lapisan Pelacakan'. Sepuluh dari satelit komunikasi dibangun oleh Lockheed Martin dan satu oleh York Space.
Kedua satelit pelacak rudal tersebut dibangun oleh SpaceX. Setelah ditempatkan, satelit-satelit tersebut akan menjalani pemeriksaan dan bermanuver ke orbit operasional setinggi sekitar 620 mil atau 1.000 km.
Baca juga; AS Bikin Satelit Pendeteksi Rudal Hipersonik, China: Bisa Ngak Menghentikannya?
“Saya sangat senang dengan pengoperasian awal kelompok satelit pertama yang kami luncurkan. Satelit ini memberi kami kemampuan menyediakan tautan data taktis bagi militer di medan perang, penargetan di luar garis pandang, dan peringatan rudal atau pelacakan rudal canggih,” kata Derek Tournear, direktur SDA dikutip dari laman spaceflightnow.
Lihat Juga :