Google Play Store Jadi Sarang Ribuan Aplikasi Berbahaya Cari Mangsa
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Selain menggunakan metode kompresi yang tidak didukung, Zimperium juga menemukan bahwa pembuat aplikasi berbahaya menggunakan nama file yang melebihi 256 byte untuk menyebabkan crash pada alat analisis.
Ini akan merusak file AndroidManifest.xml untuk disamarkan, dan menggunakan String Pools yang salah untuk merusak alat yang memisahkan file Android XML. Zimperium mengayakan ini semua adalah teknik anti-analisis.
Lebih lanjut diungkapkan, mengingat aplikasi di toko aplikasi resmi saja berhasil disusupi malware berbahaya, Zimperium menyarankan agar jangan pernah mengunduh aplikasi dari pihak ketiga.
Alasannya adalah karena aplikasi yang diunduh dari luar Google Play tidak dapat diperiksa, cara terbaik untuk melindungi dari ancaman ini adalah dengan menghindari penginstalan aplikasi Android dari situs pihak ketiga.
Jika memang terpaksa untuk mengunduh aplikasi di luar Google Play, pindai aplikasi tersebut dengan antivirus sebelum pemasangan. Perhatian juga izin akses yang diminta aplikasi terhadap perangkat.
Ini akan merusak file AndroidManifest.xml untuk disamarkan, dan menggunakan String Pools yang salah untuk merusak alat yang memisahkan file Android XML. Zimperium mengayakan ini semua adalah teknik anti-analisis.
Lebih lanjut diungkapkan, mengingat aplikasi di toko aplikasi resmi saja berhasil disusupi malware berbahaya, Zimperium menyarankan agar jangan pernah mengunduh aplikasi dari pihak ketiga.
Alasannya adalah karena aplikasi yang diunduh dari luar Google Play tidak dapat diperiksa, cara terbaik untuk melindungi dari ancaman ini adalah dengan menghindari penginstalan aplikasi Android dari situs pihak ketiga.
Jika memang terpaksa untuk mengunduh aplikasi di luar Google Play, pindai aplikasi tersebut dengan antivirus sebelum pemasangan. Perhatian juga izin akses yang diminta aplikasi terhadap perangkat.
(wbs)
Lihat Juga :