Arkeolog Temukan Petunjuk Akurat Misteri Kapal Nabi Nuh di Laut Hitam
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
“Jika melihat sebagai banjir global yang sampai menutupi gunung tertinggi di dunia, rasanya tidak ada cukup air yang ada di Bumi,” kata David Montgomery, profesor geomorfologi di University of Washington di Seattle dan penulis "The Rocks Don't Lie kepada Live Science.
Banyak hal menarik dari kisah banjir pada zaman nabi Nuh yang belum terungkap dan menjadi penelitian. Misalnya, pada akhir 1990-an, ahli kelautan William Ryan dan Walter Pitman berhipotesis pada pertemuan American Geophysical Union bahwa sekitar 7.500 tahun yang lalu, Laut Mediterania mulai mengalir ke Laut Hitam yang saat itu terisolasi.
Hipotesis yang dimuat dalam jurnal Science pada tahun 1998 menyebutkan, kondisi ini menyebabkan banjir besar di sekitar Laut Hitam, yang menjadi asal muasal banjir zaman Nabu Nuh. Montgomery menilai penelitian itu cukup masuk akal.
"Itu akan menjadi peristiwa yang mengganggu karena membanjiri seluruh dunia yang diketahui oleh orang-orang yang tinggal di sana. Itu bisa berlanjut menjadi kisah banjir Nuh dengan beberapa orang yang selamat yang melarikan diri ke Mesopotamia," kata Montgomery.
Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam jurnal Quaternary Science Review menyebutkan ada peristiwa banjir yang jauh lebih kecil daripada yang diusulkan dalam hipotesis Ryan dan Pitman. Ira Spar, profesor studi kuno di Ramapo College of New Jersey, mengatakan kepada Live Science.
Banyak hal menarik dari kisah banjir pada zaman nabi Nuh yang belum terungkap dan menjadi penelitian. Misalnya, pada akhir 1990-an, ahli kelautan William Ryan dan Walter Pitman berhipotesis pada pertemuan American Geophysical Union bahwa sekitar 7.500 tahun yang lalu, Laut Mediterania mulai mengalir ke Laut Hitam yang saat itu terisolasi.
Hipotesis yang dimuat dalam jurnal Science pada tahun 1998 menyebutkan, kondisi ini menyebabkan banjir besar di sekitar Laut Hitam, yang menjadi asal muasal banjir zaman Nabu Nuh. Montgomery menilai penelitian itu cukup masuk akal.
"Itu akan menjadi peristiwa yang mengganggu karena membanjiri seluruh dunia yang diketahui oleh orang-orang yang tinggal di sana. Itu bisa berlanjut menjadi kisah banjir Nuh dengan beberapa orang yang selamat yang melarikan diri ke Mesopotamia," kata Montgomery.
Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam jurnal Quaternary Science Review menyebutkan ada peristiwa banjir yang jauh lebih kecil daripada yang diusulkan dalam hipotesis Ryan dan Pitman. Ira Spar, profesor studi kuno di Ramapo College of New Jersey, mengatakan kepada Live Science.
(wbs)
Lihat Juga :