Bintang Mati Ini Berukuran 75 Kali Lebih Besar dari Jupiter, Bersuhu 7.000 Derajat Celcius

Rabu, 16 Agustus 2023 - 11:36 WIB
loading...
Bintang Mati Ini Berukuran...
Para astronom telah menemukan bintang mati berukuran sekitar 75 hingga 88 kali lebih besar dari Jupiter, planet terbesar di tata surya. Namun, bintang mati ini sangat panas bersuhu sekitar 7.000 derajat Celcius. Foto/ESO/Space
A A A
WASHINGTON - Para astronom telah menemukan bintang mati berukuran sekitar 75 hingga 88 kali lebih besar dari Jupiter, planet terbesar di tata surya. Namun, bintang mati ini sangat panas bersuhu sekitar 7.000 derajat Celcius.

Disebut bintang mati karena tidak dapat mempertahankan fusi nuklir di intinya sehingga kehabisan bahan bakar. Bintang yang gagal atau dikenal sebagai katai coklat ini, tetap memiliki suhu panas karena posisinya dekat dengan bintang pendamping atau katai putih.

“Katai coklat adalah penghuni alam semesta yang penasaran. Selama pembentukan, objek-objek ini tidak berhasil mengumpulkan materi yang cukup untuk menyalakan proses fusi nuklir di intinya untuk menjadi bintang sejati,” tulis laman Space dikutip SINDOnews, Rabu (16/8/2023).

Baca juga; Teleskop Luar Angkasa James Webb Rekam Bintang Gelap dari Materi Gelap

Katai coklat yang baru ditemukan, bernama WD 0032-317B, memiliki suhu permukaan lebih dari 12.600 derajat Fahrenheit atau 7.000 derajat Celcius. Ini menjadikannya katai coklat terpanas yang pernah diamati para ilmuwan.

Sebagai perbandingan, suhu permukaan matahari sekitar 9.900 derajat Fahrenheit atau 5.500 derajat Celcius. Ini berarti bintang aneh ini memiliki suhu 3.600 derajat Fahrenheit atau 2.000 derajat Celcius lebih panas dari matahari.

Katai coklat WD 0032-317B berada sekitar 1.400 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit sebuah entitas yang disebut katai putih. Katai putih adalah sisa-sisa pendinginan bintang mirip matahari dan mampu mempertahankan fusi nuklir intrinsik, meskipun akhirnya kehabisan bahan bakar.

Oleh karena itu, karena katai coklat mengorbit sangat dekat dengan katai putih ini, bahkan lebih dekat dari Merkurius ke matahari, untuk menyerap satu ton radiasi sisa. Hal ini membuat sisi katai coklat yang menghadap katai putih menjadi panas hingga mencapai suhu ekstrem.

Baca juga; Satu Tahun Misi Teleskop Luar Angkasa James Webb, Tampilkan Gambar Proses Kelahiran Bintang

Kondisi ini membuat sisi yang menghadap jauh dari katai putih lebih dingin dengan suhu permukaan mencapai maksimum 4.900 derajat Fahrenheit atau 2.700 derajat Celcius. Meskipun bisa mencapai suhu 4.500 derajat Fahrenheit atau 2.500 derajat Celcius, banyak katai coklat yang memiliki suhu permukaan hanya beberapa ratus derajat.

Di sisi lain, katai coklat juga terlalu besar untuk disebut planet. Katai coklat yang sangat panas yang dijelaskan dalam studi baru, berukuran sekitar 75 hingga 88 kali lebih besar dari Jupiter, planet terbesar di tata surya.
Bintang Mati Ini Berukuran 75 Kali Lebih Besar dari Jupiter, Bersuhu 7.000 Derajat Celcius


Penemuan ini menarik karena menjadi katai coklat terpanas yang pernah dilihat dan ukuran WD 0032-317B yang sangat besar dan jaraknya yang dekat dengan pendampingnya, katai putih. Dengan observatorium baru yang lebih kuat, seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb, para ilmuwan berharap dapat mendeteksi bintang aneh ini lebih sering dan memiliki data terperinci.

“Pengamatan spektroskopi beresolusi tinggi di masa depan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA yang baru diharapkan dapat mengungkapkan bagaimana panas terjadi. Ini dapat membantu kita memahami kondisi yang sangat terirradiasi di alam semesta,” kata Na'ama Hallakoun, Astrofisika di Weizmann Institute of Science dalam jurnal Nature Astronomy yang terbit 14 Agustus 2023.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Kemenag Ajak Cek Arah Kiblat
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem di Makkah dan Madinah, 67 Jemaah Haji Masih Jalani Perawatan
Sosok Renaldy Pujiansyah:...
Sosok Renaldy Pujiansyah: Bangun Sistem, Gerakkan Bisnis, dan Bawa Visi Besar Industri Kreatif Indonesia
Rekomendasi
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved