Pro Kontra Bentuk Bumi, Teori Terkini Bumi Itu Penyok
Selasa, 15 Agustus 2023 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Apa yang menyebabkan tarik menarik dua kekuatan kutub ini belum pernah terungkap secara jelas. Dua peneliti dari Indian Institute of Science berpikir mereka memiliki gagasan yang lebih baik tentang jenis fenomena planet yang mungkin terlibat.
Ahli geosains Debanjan Pal dan Attreyee Ghosh menjelaskan dalam makalah terbitan mereka yang telah dipublikasikan di Geophysical Research Letters. Mereka berpikir jawabannya terletak lebih dari 1.000 kilometer (621 mil) di bawah kerak bumi, di mana sisa-sisa laut purba yang dingin dan padat jatuh ke dalam 'kuburan lempengan' di bawah Afrika sekitar 30 juta tahun yang lalu. Komponen ini mengaduk batuan cair yang panas.
Dilansir dari New Scientist, Selasa (15/8/2023), hasil penelitian ini belum dibuktikan dengan model komputer. Sehingga belum menyelesaikan perdebatan sengit tentang asal usul geoid – setidaknya sampai lebih banyak data dikumpulkan. Pada tahun 2018, sejumlah ilmuwan dari Pusat Penelitian Kutub dan Lautan Nasional India mulai menyebarkan serangkaian seismometer di sepanjang dasar laut zona deformasi, untuk memetakan area tersebut.
Berada jauh di lepas pantai, hanya sedikit data seismik yang telah dikumpulkan di area tersebut sebelumnya. Hasil survei itu menunjukkan adanya semburan panas dari batuan cair yang muncul di bawah Samudera Hindia dan entah bagaimana berkontribusi pada penyok yang besar.
Tapi ada pandangan visioner untuk merekonstruksi geoid pada fase awalnya. Jadi Pal dan Ghosh menelusuri kembali pembentukan geoid masif dengan memodelkan bagaimana lempeng tektonik meluncur di atas mantel Bumi yang panas dan lengket selama 140 juta tahun terakhir.
Ahli geosains Debanjan Pal dan Attreyee Ghosh menjelaskan dalam makalah terbitan mereka yang telah dipublikasikan di Geophysical Research Letters. Mereka berpikir jawabannya terletak lebih dari 1.000 kilometer (621 mil) di bawah kerak bumi, di mana sisa-sisa laut purba yang dingin dan padat jatuh ke dalam 'kuburan lempengan' di bawah Afrika sekitar 30 juta tahun yang lalu. Komponen ini mengaduk batuan cair yang panas.
Dilansir dari New Scientist, Selasa (15/8/2023), hasil penelitian ini belum dibuktikan dengan model komputer. Sehingga belum menyelesaikan perdebatan sengit tentang asal usul geoid – setidaknya sampai lebih banyak data dikumpulkan. Pada tahun 2018, sejumlah ilmuwan dari Pusat Penelitian Kutub dan Lautan Nasional India mulai menyebarkan serangkaian seismometer di sepanjang dasar laut zona deformasi, untuk memetakan area tersebut.
Berada jauh di lepas pantai, hanya sedikit data seismik yang telah dikumpulkan di area tersebut sebelumnya. Hasil survei itu menunjukkan adanya semburan panas dari batuan cair yang muncul di bawah Samudera Hindia dan entah bagaimana berkontribusi pada penyok yang besar.
Tapi ada pandangan visioner untuk merekonstruksi geoid pada fase awalnya. Jadi Pal dan Ghosh menelusuri kembali pembentukan geoid masif dengan memodelkan bagaimana lempeng tektonik meluncur di atas mantel Bumi yang panas dan lengket selama 140 juta tahun terakhir.
Lihat Juga :