Google Buat Rute Terbang Ramah Lingkungan buat Pilot Pesawat Komersial

Kamis, 10 Agustus 2023 - 06:26 WIB
loading...
Google Buat Rute Terbang...
Google akan segera membuat rute terbang ramah lingkungan buat pilot pesawat komersial. Foto/The Guardian
A A A
MENLO PARK - Google akan segera membuat rute terbang ramah lingkungan buat pilot pesawat komersial. Tapi jangan salah, ini tidak seperti Google Maps yang digunakan masyarakat banyak.

Rute terbang tersebut seperti sebuah peta berukuran besar yang dapat setiap saat dilihat oleh pilot pesawat terbang komersial. Lewat peta itu diharapkan para pilot bisa mengurangi jejak kondensasi yang kerap merugikan lingkungan.

“Ini seperti peta raksasa yang menunjukkan agar pilot tidak terbang dalam ketinggian tertentu agar tidak meninggalkan jejak kondensasi. Jadi jangan terbangkan pesawat di tempat itu," ujar Scott Geraedts, Google Software Engineer, dikutip The Verge, Kamis (10/8/2023) ini.

Baca juga; Mengenal Kehebatan AS2, Pesawat Supersonik Tanpa Emisi dan Polusi Suara

Untuk membuat peta raksasa tersebut Google sendiri melakukan kerja sama dengan beberapa pihak di antaranya maskapai penerbangan American Airlines dan Breakthrough Energy yang dimiliki salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates.

Disebutkan The Verge, jejak kondensasi merupakan masalah besar bagi Bumi. Jejak kondensasi sendiri menghasilkan awan buatan. Hal itu terjadi karena uap air mengembun di sekitar jelaga atau partikel lain yang dilepaskan oleh pesawat.

Diperkirakan sekitar 35% dari dampak pemanasan global terjadi karena penggunaan pesawat terbang yang sangat tinggi. Sebab, awan buatan itu memerangkap panas yang kluar dsri Bumi.

Di saat bersama jejak kondensasi justry memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke luar angkasa. Hal itu semakin parah di malam hari karena tidak ada sinar matahari yang dipantulkan kembali ke luar angkasa.

Baca juga; Polusi Udara Ancaman Serius bagi Masyarakat Indonesia

Untuk menghentikan pembentukan jejak kondensasi, pesawat dapat mencoba terbang di tempat yang kelembabannya lebih sedikit. Jadi pilot hanya perlu bisa melihat di mana kelembapan itu untuk menghindarinya.

Di situlah peta raksasa buatan Google dan Breakthrough Energy bekerja. Untuk membuat peta itu mereka mengunakan puluhan ribu citra satelit untuk menemukan dan memberi label berbagai jejak kondensasi yang sudah terjadi.

Mereka menggunakan data tersebut untuk membuat model tiga dimensi dalam mendeteksi jejak kondensasi. Setelah menambahkan lebih banyak data cuaca dan penerbangan, para peneliti akhirnya memiliki model untuk memprediksi kapan dan di mana jejak kondensasi dapat terbentuk.

Saarr ini peta tersebut sudah diuji coba oleh American Airlines dalam 70 penerbangan yang mereka lakukan selama enam bulan belakangan ini. Hasilnya sangat menarik karena para pilot penerbangan tidak perlu mengubah rute penerbangan mereka.

Mereka tinggal mengatur ketinggian pesawat agar tidak meninggalkan jejak kondensasi. “Sangat-sangat mudah dan intuitif. Kita kerap mengubah ketinggian pesawat saat terjadi turbulensi. Dan ini kurang lebih sama,” ujar Debora Hecker, Director of Flight Operations American Airlines.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Rekomendasi
10 Pemain Tersubur dalam...
10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia: Lionel Messi Naik Takhta!
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
Pesawat pengebom Tupolev...
Pesawat pengebom Tupolev Tu-160M Blackjack Jalani Uji Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved