Indonesia-Turki coba Kerja Sama di Bidang Penerbangan dan Antariksa
Rabu, 29 Juli 2020 - 18:03 WIB
loading...
Indonesia melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menuturkan tengah menjalankan proyek pembangunan Bandara Antariksa pertama di Biak, Papua, FOTO ILUSTRASI/ IST
A
A
A
JAKARTA - Turki telah melakukan pendekatan secara politis kepada Indonesia untuk melakukan kerja sama pengembangan civilian aircraft project atas pesawat tipe N-219, N-245, dan R-80, melalui Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal.
Meski begitu, sebenarnya hubungan kerja sama Indonesia dan Turki dalam bidang kedirgantaraan sudah terjalin sejak lama. (Baca: Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap, Politikus Gerindra Soroti Kasus Ini)
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI), Elfien Goentoro, menjelaskan, saat ini PT DI telah memiliki MoU dalam bidang manufaktur dan produksi bagian pesawat tipe N-219 dan N-245 dengan Turki. Saat ini pengembangan pesawat N-219 sudah siap untuk tahap komersialisasi.
Sementara itu, untuk proyek pesawat R-80, Direktur Utama PT Regio Aviasai Indonesia (RAI), Agung Nugroho, Turki adalah negara pertama yang dikunjungi Pendiri PT RAI, mendiang Prof. BJ Habibie, untuk melakukan penjajakan kerja sama teknologi mesin pesawat.
“Pesawat R-80 saat ini sudah mampu memenuhi kapasitas penumpang 90-100 orang,” jelas Agung.
Meski begitu, sebenarnya hubungan kerja sama Indonesia dan Turki dalam bidang kedirgantaraan sudah terjalin sejak lama. (Baca: Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap, Politikus Gerindra Soroti Kasus Ini)
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI), Elfien Goentoro, menjelaskan, saat ini PT DI telah memiliki MoU dalam bidang manufaktur dan produksi bagian pesawat tipe N-219 dan N-245 dengan Turki. Saat ini pengembangan pesawat N-219 sudah siap untuk tahap komersialisasi.
Sementara itu, untuk proyek pesawat R-80, Direktur Utama PT Regio Aviasai Indonesia (RAI), Agung Nugroho, Turki adalah negara pertama yang dikunjungi Pendiri PT RAI, mendiang Prof. BJ Habibie, untuk melakukan penjajakan kerja sama teknologi mesin pesawat.
“Pesawat R-80 saat ini sudah mampu memenuhi kapasitas penumpang 90-100 orang,” jelas Agung.
Lihat Juga :