Bikin Kacau Inggris, Eris Varian Baru Covid-19 Disebut Sudah Masuk Indonesia
Senin, 07 Agustus 2023 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Namun, katanya, varian EG. 5.1 'kemungkinan akan menjadi dominan di beberapa titik dan diperkirakan akan meningkatkan jumlah kasus infeksi tetapi tidak secara dramatis'.
Baru-baru ini, UKHSA menyatakan EG.5.1 sebagai varian baru Covid setelah pertama kali diangkat sebagai ``mengkhawatirkan'' awal bulan lalu.
Ini adalah varian terbesar kedua yang menyumbang hampir 15 persen dari semua kasus Covid yang dilaporkan di Inggris saat ini.
Jumlah rawat inap juga meningkat sebesar 50 persen sejak `` efek Barbenheimer''.
Sementara itu, Pakar epidemiologi, dr. Dicky Budiman menuturkan atas pemberitaan tersebut Indonesia juga terbilang daerah yang rawan untuk terkena covid sub varian tersebut lantaran sebagian masyarakat atau sebagian pemerintahnya sudah mulai meninggalkan perilaku menjaga kesehatan.
“Data menunjukkan EG.5.1 atau edisi ini sampel pertama itu paling awal tercatat di Jakarta di Indonesia dan itu di awal-awal Maret, dan akhirnya ini menyebar se Asia dan ke Eropa dan juga termasuk ke Amerika dan saat ini kurang lebih sudah 36 negara,” kata dr. Dicky Budiman kepada MNC Portal Indonesia, dikutip dalam pesan singkat, Senin (7/8/2023).
Baru-baru ini, UKHSA menyatakan EG.5.1 sebagai varian baru Covid setelah pertama kali diangkat sebagai ``mengkhawatirkan'' awal bulan lalu.
Ini adalah varian terbesar kedua yang menyumbang hampir 15 persen dari semua kasus Covid yang dilaporkan di Inggris saat ini.
Jumlah rawat inap juga meningkat sebesar 50 persen sejak `` efek Barbenheimer''.
Sementara itu, Pakar epidemiologi, dr. Dicky Budiman menuturkan atas pemberitaan tersebut Indonesia juga terbilang daerah yang rawan untuk terkena covid sub varian tersebut lantaran sebagian masyarakat atau sebagian pemerintahnya sudah mulai meninggalkan perilaku menjaga kesehatan.
“Data menunjukkan EG.5.1 atau edisi ini sampel pertama itu paling awal tercatat di Jakarta di Indonesia dan itu di awal-awal Maret, dan akhirnya ini menyebar se Asia dan ke Eropa dan juga termasuk ke Amerika dan saat ini kurang lebih sudah 36 negara,” kata dr. Dicky Budiman kepada MNC Portal Indonesia, dikutip dalam pesan singkat, Senin (7/8/2023).
(wbs)
Lihat Juga :