Bikin Kacau Inggris, Eris Varian Baru Covid-19 Disebut Sudah Masuk Indonesia

Senin, 07 Agustus 2023 - 18:32 WIB
loading...
Bikin Kacau Inggris,...
Eris Varian Baru Covid-19. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Varian baru Covid-19 yang dijuluki Eris dilaporkan telah melanda Inggris. Tak hanya di Inggris varian ini juga terdeteksi telah masuk Indonesia.

BACA JUGA - Waspada! Virus Covid-19 Varian Delta Bermutasi Bentuk Varian Delta Plus

Seperti dilansir dari Daily Mail, kepala Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) memperingatkan bahwa varian Eris atau nama ilmiah EG.5.1 mencatat satu dari tujuh kasus baru Covid-19 setelah pertama kali terdeteksi di negara tersebut pada akhir bulan Mei.

Bahkan, jumlah rawat inap juga meningkat, memicu kekhawatiran bahwa negara tersebut mungkin akan dilanda gelombang baru.

Namun, para ahli mengklaim bahwa varian baru tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda lebih berbahaya dibandingkan dengan strain lain yang sedang menyebar, termasuk varian Omicron.

Pihak berwenang juga menginformasikan bahwa mereka memantau dengan cermat penyebaran virus.

Beberapa ahli berspekulasi bahwa apa yang disebut 'efek Barbenheimer', yang mengacu pada pemutaran film Barbie dan Oppenheimer, serta cuaca buruk dan tingkat kekebalan yang rendah mungkin telah berkontribusi pada peningkatan infeksi.

Ahli mikrobiologi dari Reading University, Dr. Simon Clarke menyebut karakteristik Covid akan terus berubah dan beradaptasi.

“Jadi, kita tidak perlu khawatir atau kaget hanya karena muncul varian baru dan menyebabkan peningkatan kasus infeksi.

"Perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi terhadap penyakit serius masih bertahan dengan baik, sementara jumlah infeksi meningkat dan menurun serta rawat inap dan kematian tetap rendah.

"Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk khawatir, tetapi kecuali jika penduduk kembali dirawat di rumah sakit dalam jumlah besar dan sulit bernapas, masyarakat harus menjalani kehidupan seperti biasa," katanya.

Sementara itu, ahli penyakit menular Profesor Paul Hunter mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana varian Eris akan mempengaruhi Inggris.

Namun, katanya, varian EG. 5.1 'kemungkinan akan menjadi dominan di beberapa titik dan diperkirakan akan meningkatkan jumlah kasus infeksi tetapi tidak secara dramatis'.

Baru-baru ini, UKHSA menyatakan EG.5.1 sebagai varian baru Covid setelah pertama kali diangkat sebagai ``mengkhawatirkan'' awal bulan lalu.

Ini adalah varian terbesar kedua yang menyumbang hampir 15 persen dari semua kasus Covid yang dilaporkan di Inggris saat ini.

Jumlah rawat inap juga meningkat sebesar 50 persen sejak `` efek Barbenheimer''.

Sementara itu, Pakar epidemiologi, dr. Dicky Budiman menuturkan atas pemberitaan tersebut Indonesia juga terbilang daerah yang rawan untuk terkena covid sub varian tersebut lantaran sebagian masyarakat atau sebagian pemerintahnya sudah mulai meninggalkan perilaku menjaga kesehatan.

“Data menunjukkan EG.5.1 atau edisi ini sampel pertama itu paling awal tercatat di Jakarta di Indonesia dan itu di awal-awal Maret, dan akhirnya ini menyebar se Asia dan ke Eropa dan juga termasuk ke Amerika dan saat ini kurang lebih sudah 36 negara,” kata dr. Dicky Budiman kepada MNC Portal Indonesia, dikutip dalam pesan singkat, Senin (7/8/2023).
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Masih 0 Poin, Kenapa...
Masih 0 Poin, Kenapa Senegal dan Irak Belum Tersingkir dari Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Infografis
Sudah Ada di Indonesia,...
Sudah Ada di Indonesia, Kenali Gejala Covid-19 Varian Omicron XBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved