Al Quran Pernah Jadi Buku Bestseller di Amerika Serikat, Presiden Thomas Jefferson Rutin Membacanya
Minggu, 06 Agustus 2023 - 15:30 WIB
loading...
Orang kulit putih menerjemahkan Al Quran ke Bahasa Inggris. (Foto: SINDOnews)
A
A
A
JAKARTA - Eksistensi Islam di Benua Amerika sudah terlihat sejak 1700-an. Bahkan Presiden Amerika Serikat ke-tiga sekaligus pencetus Deklarasi Kemerdekaan Thomas Jefferson menjadi pembaca setia terjemahan Al quran.
Agama Islam di benua terbesar itu dibawa oleh kaum budak Afrika. Mereka membawa kitab suci Al Quran dan orang kulit putih tertarik untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Pada era 1800an, Al Quran terjemahan benar-benar menjadi bacaan terlaris di kalangan Protestan di Inggris dan koloni Amerika.
Salinan pribadi Al Quran milik Thomas Jefferson pun telah dibuka ke publik pada awal 2019. Rashida Tlaib, salah satu dari dua wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, mengumumkan bahwa dia akan menggunakannya selama upacara pelantikannya.
Ini bukan pertama kalinya seorang anggota Kongres dilantik dengan Al Quran berusia ratusan tahun. Sebelumnya, Keith Ellison, anggota Kongres Muslim pertama, melakukannya pada 2007. Sejak saat itu banyak yang tertarik mengulik sejarah panjang perkembangan Islam di Amerika Serikat.
"Al Quran memperoleh pembaca populer di kalangan Protestan baik di Inggris maupun di Amerika Utara sebagian besar karena penasaran," kata Denise A. Spellberg, seorang profesor sejarah di University of Texas di Austin dan penulis Thomas Jefferson's Qu'ran: Islam and the Founders dikutip dari History.com, Minggu (6/8/2023).
Baca Juga: Kisah Amir Khan, Perjuangan Petinju Muslim Kenalkan Wajah Islam di Amerika
Agama Islam di benua terbesar itu dibawa oleh kaum budak Afrika. Mereka membawa kitab suci Al Quran dan orang kulit putih tertarik untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Pada era 1800an, Al Quran terjemahan benar-benar menjadi bacaan terlaris di kalangan Protestan di Inggris dan koloni Amerika.
Salinan pribadi Al Quran milik Thomas Jefferson pun telah dibuka ke publik pada awal 2019. Rashida Tlaib, salah satu dari dua wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, mengumumkan bahwa dia akan menggunakannya selama upacara pelantikannya.
Ini bukan pertama kalinya seorang anggota Kongres dilantik dengan Al Quran berusia ratusan tahun. Sebelumnya, Keith Ellison, anggota Kongres Muslim pertama, melakukannya pada 2007. Sejak saat itu banyak yang tertarik mengulik sejarah panjang perkembangan Islam di Amerika Serikat.
"Al Quran memperoleh pembaca populer di kalangan Protestan baik di Inggris maupun di Amerika Utara sebagian besar karena penasaran," kata Denise A. Spellberg, seorang profesor sejarah di University of Texas di Austin dan penulis Thomas Jefferson's Qu'ran: Islam and the Founders dikutip dari History.com, Minggu (6/8/2023).
Baca Juga: Kisah Amir Khan, Perjuangan Petinju Muslim Kenalkan Wajah Islam di Amerika
Lihat Juga :