3 Fakta Pegunungan Kaukasus, Tempat yang Diduga Menjadi Tembok Pengurung Yajuj Majuj
Jum'at, 21 Juli 2023 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini cukup masuk akal mengingat letaknya yang berada di persimpangan Benua Asia dan Eropa. Meski demikian, orang-orang Kaukasus tetap bisa hidup berdampingan bersama perbedaan yang beragam tersebut.
Pada riwayat namanya, ‘Kaukasus’ disebut sebagai bentuk Latin dari ‘Kaukasos’. Mengutip Britannica, kata ini digunakan oleh ahli geografi dan sejarawan Yunani kuno.
Dalam mitologi Yunan, pegunungan Kaukasos dianggap sebagai tempat hukuman bagi Prometheus. Alkisah, dulunya dia kesal terhadap Dewa Zeus karena terus-terusan membiarkan penderitaan manusia.
Pada akhirnya, dia mengambil api abadi milik Zeus dan membagikannya kepada manusia. Namun, atas perbuatannya ini Prometheus diberi hukuman dan dirantai pada sebuah pilar di pegunungan Kaukasus.
Salah satu hal menarik dari pegunungan Kaukasus adalah bentuknya yang mirip tembok besar dan kokoh. Dengan ketinggian lebih dari lima ribu kaki, kawasan ini membentang antara Laut Hitam dan Laut Kaspia.
Kemudian, keunikan lain yang dimiliki pegunungan ini adalah secara historis hanya mempunyai satu jalur masuk alami, yaitu lembah sempit dengan dinding yang sangat tinggi di kedua sisinya. Tak jarang, dengan bentuknya ini banyak orang menduganya sebagai tembok yang mengurung Yajuj Majuj.
Untuk diketahui, Yajuj Majuj terkenal sebagai bangsa barbar yang sebelumnya telah banyak melakukan kerusakan di bumi. Pada kisahnya, saat berhadapan dengan Raja Zulkarnain, mereka akhirnya berhasil dikurung di sebuah tembok kokoh yang terbuat dari besi dan tembaga. Menurut agama Islam, kelak menjelang hari kiamat tiba, Yajuj Majuj akan terbebas dan sekali lagi melakukan kerusakan di muka bumi.
Seiring waktu, cukup banyak orang yang berteori tentang tembok yang digunakan untuk mengurung kaum barbar ini. Dalam hal ini, salah satu yang cukup populer adalah pegunungan Kaukasus.
2. Sejarah Nama Kaukasus
Pada riwayat namanya, ‘Kaukasus’ disebut sebagai bentuk Latin dari ‘Kaukasos’. Mengutip Britannica, kata ini digunakan oleh ahli geografi dan sejarawan Yunani kuno.
Dalam mitologi Yunan, pegunungan Kaukasos dianggap sebagai tempat hukuman bagi Prometheus. Alkisah, dulunya dia kesal terhadap Dewa Zeus karena terus-terusan membiarkan penderitaan manusia.
Pada akhirnya, dia mengambil api abadi milik Zeus dan membagikannya kepada manusia. Namun, atas perbuatannya ini Prometheus diberi hukuman dan dirantai pada sebuah pilar di pegunungan Kaukasus.
3. Dikaitkan dengan Tembok Yajuj Majuj
Salah satu hal menarik dari pegunungan Kaukasus adalah bentuknya yang mirip tembok besar dan kokoh. Dengan ketinggian lebih dari lima ribu kaki, kawasan ini membentang antara Laut Hitam dan Laut Kaspia.
Kemudian, keunikan lain yang dimiliki pegunungan ini adalah secara historis hanya mempunyai satu jalur masuk alami, yaitu lembah sempit dengan dinding yang sangat tinggi di kedua sisinya. Tak jarang, dengan bentuknya ini banyak orang menduganya sebagai tembok yang mengurung Yajuj Majuj.
Untuk diketahui, Yajuj Majuj terkenal sebagai bangsa barbar yang sebelumnya telah banyak melakukan kerusakan di bumi. Pada kisahnya, saat berhadapan dengan Raja Zulkarnain, mereka akhirnya berhasil dikurung di sebuah tembok kokoh yang terbuat dari besi dan tembaga. Menurut agama Islam, kelak menjelang hari kiamat tiba, Yajuj Majuj akan terbebas dan sekali lagi melakukan kerusakan di muka bumi.
Seiring waktu, cukup banyak orang yang berteori tentang tembok yang digunakan untuk mengurung kaum barbar ini. Dalam hal ini, salah satu yang cukup populer adalah pegunungan Kaukasus.
Lihat Juga :