Ilmuwan Ciptakan Vaksin yang Bisa Hilangkan Kanker Payudara selama 7 Tahun
Minggu, 16 Juli 2023 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Sejauh ini, hanya diuji pada jenis kanker 'triple-negatif' yang dapat diobati jika terdeteksi dini.
Masalahnya adalah kanker payudara menyebar begitu cepat dan diam-diam ke bagian lain dari tubuh sehingga sekitar 12 persen pasien dapat hidup lebih dari jangka waktu lima tahun.
Namun, suntikan vaksin akan segera diberikan kepada individu yang sehat untuk mencegah mereka terkena segala bentuk kanker payudara sebagai vaksin pertama dari jenisnya.
"Kita mungkin bisa memberantas kanker payudara sebagai penyakit, sama seperti kita memberantas polio dan cacar," kata CEO Anixa Biosciences, Dr Amit Kumar.
Anixa Biosciences adalah perusahaan yang memproduksi vaksin tersebut.
“Kami yakin dalam lima tahun, vaksin ini akan ada di pasaran untuk mengobati orang-orang seperti Jennifer yang menderita kanker payudara dan takut penyakitnya kambuh lagi.
“Beberapa tahun setelah itu, harus siap digunakan oleh semua wanita termasuk yang belum pernah menderita kanker payudara,” imbuhnya.
Suntikan baru sedang diuji oleh tim peneliti di Klinik Cleveland di Ohio dan mereka optimis dengan hasilnya.
Masalahnya adalah kanker payudara menyebar begitu cepat dan diam-diam ke bagian lain dari tubuh sehingga sekitar 12 persen pasien dapat hidup lebih dari jangka waktu lima tahun.
Namun, suntikan vaksin akan segera diberikan kepada individu yang sehat untuk mencegah mereka terkena segala bentuk kanker payudara sebagai vaksin pertama dari jenisnya.
"Kita mungkin bisa memberantas kanker payudara sebagai penyakit, sama seperti kita memberantas polio dan cacar," kata CEO Anixa Biosciences, Dr Amit Kumar.
Anixa Biosciences adalah perusahaan yang memproduksi vaksin tersebut.
“Kami yakin dalam lima tahun, vaksin ini akan ada di pasaran untuk mengobati orang-orang seperti Jennifer yang menderita kanker payudara dan takut penyakitnya kambuh lagi.
“Beberapa tahun setelah itu, harus siap digunakan oleh semua wanita termasuk yang belum pernah menderita kanker payudara,” imbuhnya.
Suntikan baru sedang diuji oleh tim peneliti di Klinik Cleveland di Ohio dan mereka optimis dengan hasilnya.
Lihat Juga :