2 Badai Matahari Bakal Hantam Bumi, Akankan Berbahaya Bagi Kehidupan?

Sabtu, 08 Juli 2023 - 07:57 WIB
loading...
2 Badai Matahari Bakal...
NASA melaporkan matahari melepaskan dua coronal mass ejections (CME) atau yang biasa disebut badai matahari ke arah Bumi. Foto/NASA
A A A
WASHINGTON - NASA melaporkan matahari melepaskan dua coronal mass ejections (CME) atau yang biasa disebut badai matahari ke arah Bumi. CME mengandung satu miliar ton plasma dari partikel bermuatan dan membawa medan magnetnya sendiri.

Lontaran badai matahari ini diamati satelit Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) NASA yang mengorbit di sekitar matahari. NASA memproyeksikan pelepasan besar-besaran gas terionisasi yang disebut plasma ini akan berdampak pada Bumi pada Jumat 7 Juli 2023 waktu AS.

Ketika partikel bermuatan dalam CME menyerang medan magnet Bumi, magnetosfer, mereka dapat menimbulkan gangguan besar yang disebut badai geomagnetik. Badai ini, pada gilirannya, dapat mengganggu infrastruktur listrik dan komunikasi di permukaan Bumi selain memengaruhi satelit, yang dapat memengaruhi layanan seperti sistem pemosisian global (GPS) secara negatif.

Baca juga; Tidak Terdeteksi Satelit, Badai Matahari Terkuat Hantam Bumi

Fisikawan Space Weather Tamitha Skov membagikan rekaman kedua CME yang direkam oleh Large Angle and Spectrometric Coronagraph Experiment (LASCO) SOHO di umpan Twitter-nya. Skov menulis: “Kita memiliki dua #solarstorms (alias CME) yang sebagian diarahkan ke Bumi sedang dalam perjalanan.”

Seperti yang diprediksi, pakar cuaca luar angkasa berbagi model kedua CME, yang dibuat oleh Chris Stubenrauch dari NASA, menggambarkan aliran keluar materi bintang sebagai pukulan ganda badai matahari. Tweet pertama menunjukkan CME awal, yang diperkirakan NASA lebih lambat dan akan tiba sebelum pukul 8 pagi (EDT) pada hari Jumat dan sebagian besar akan mengarah ke timur laut.

CME kedua meluncur lebih cepat melalui ruang angkasa dan akan menghasilkan apa yang digambarkan Skov sebagai lebih dari "serangan langsung" di Bumi, dengan membelok sedikit ke selatan. Dia menambahkan bahwa CME memiliki kemungkinan memicu badai geomagnetik tingkat G-1.

Baca juga; Dihantam Badai Matahari, Satelit Intelsat Galaxy 15 Hilang Kendali

Kategori ini didefinisikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) sebagai peristiwa kecil yang dapat menimbulkan fluktuasi jaringan listrik dan berdampak pada operasi pesawat ruang angkasa. Saat partikel bermuatan bergerak menuruni garis medan magnet di magnetosfer Bumi, mereka menciptakan tampilan yang cerah dan berwarna-warni yang disebut aurora.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Ilmuwan Klaim Planet...
Ilmuwan Klaim Planet Mars Dahulu Berwarna Biru Sebelum Jadi Merah
Keajaiban Tibet: Ribuan...
Keajaiban Tibet: Ribuan Panel Surya Ubah Tanah Mati Jadi Subur, Kok Bisa?
Fenomena Alam Cincin...
Fenomena Alam Cincin Hitam Muncul di Langit Disneyland
Ilmuwan Jepang Kembangkan...
Ilmuwan Jepang Kembangkan Kapal Pesiar untuk Hasilkan Energi Bersih dari Topan
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Kemenag Ajak Cek Arah Kiblat
Peringatan Dini Badai...
Peringatan Dini Badai Monsun dari Thailand hingga Malaysia, Begini Penjelasan BMKG
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Rekomendasi
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Berita Terkini
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Infografis
5 Cara Mengobati Diabetes...
5 Cara Mengobati Diabetes Tipe 2, Penting bagi Pemula
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved