Apa yang Membuat Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Penjelasannya

Kamis, 06 Juli 2023 - 15:33 WIB
loading...
Apa yang Membuat Kembang...
Apa yang Membuat Kembang Api Bisa Berwarna-warni. FOTO/ CNET
A A A
JAKARTA - Apa yang membuat kembang api bisa berwarna-warni? menjadi pertayaan yang selalu ditanyakan bagi setiap anak-anak saat melihat kembang api menyala.

BACA JUGA- Viral! Pesta Pernikahan dengan Kembang Api Berujung Kebakaran

Hal sederhana yang mungkin menjadi pertanyaan adalah bagaimana warna-warna itu dapat terbentuk?

Butiran kecil yang diberi nama "bintang" menjadi kunci warna kembang api.

Bintang-bintang itu diisi dengan kombinasi garam logam berbeda yang masing-masing menambahkan warna cerah pada kembang api saat meledak. Demikian dilaporkan Earth Sky.

Dikutip dari Mental Floss, unsur kimia berbeda akan menghasilkan warna yang beda pula. Strontium karbonat untuk merah, kalsium klorida untuk oranye, natrium nitra untuk warna kuning

Sebab, kembang api dibuat menggunakan unsur kimia yang bisa meledak dan menghasilkan percikan api di angkasa.

Lantas, bagaimana caranya kembang api bisa menghasilkan warna?

Keindahan kembang api selalu berkutat soal warna-warni yang mengudara ketika dinyalakan.

Inilah 4 Alasan Warna Cantik Kembang Api!

1. Komposisi Kembang Api


Kembang api mengandung senyawa kimia utama sebagai penyusunnya, yaitu campuran bubuk mesiu dan juga garam logam.

Umumnya bubuk mesiu ini terbuat dari campuran kalium nitrat, karbon, dan sulfur yang apabila terbakar akan menimbulkan ledakan.

Selanjutnya, garam logam merupakan komponen yang berperan dalam menghasilkan warna bunga api, contohnya: stronsium, barium, natrium dll.

Apabila garam logam ini terbakar maka akan menimbulkan percikan warna berbeda sesuai dengan jenis logamnya.

Selain itu juga terdapat senyawa pengikat, contohnya dekstrin yang juga berfungsi sebagai bahan bakar setelah penyalaan.

Zat pengoksidasi juga diperlukan untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk membakar campuran, contohnya nitrat, klorat, atau perklorat.

2. Reaksi Kimia


Apabila kembang api dibakar, maka timbulah reaksi berkecepatan tinggi disertai terbentuknya gas-gas serta menimbulkan efek panas dan tekanan yang sangat tinggi.

3. Reaksi Kimia Kembang Api


Ketika terjadi ledakan di udara, material tersebut akan tersebar dalam kondisi yang sangat panas. Garam logam di dalamnya pun ikut terbakar sehingga menyebabkan elektron dalam atom logam tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Keadaan tereksitasi ini tidak stabil, sehingga elektron dengan cepat kembali ke energi aslinya (atau keadaan dasar), dan menghasilkan energi berlebih sebagai cahaya.

Logam yang berbeda akan memiliki energi yang berbeda antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi, sehingga menghasilkan warna cahaya yang berbeda seperti gambar di bawah ini.

4. Susunan Kembang Api


Beberapa kembang api dapat meledak dengan warna yang rapi dan berurutan. Hal ini karena garam logam (stars) yang berbeda ditempatkan pada beberapa lapisan yang berbeda.

Sehingga saat terbakar, garam logam yang akan menyala terlebih dahulu adalah yang paling dekat ke bubuk mesiu (bursting charge) lalu merambat ke lapisan lapisan berikutnya.

Kesimpulannya, warna – warni kembang api terbentuk karena adanya reaksi kimia garam logam yang berbeda beda pada proses pembakarannya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rekomendasi
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved